Peran Perempuan Parlemen Memberantas Kemiskinan

hari_perempuan

hari_perempuan

Kemiskinan merupakan masalah besar  yang menimpa bangsa ini, berakar dari kemiskinan  muncul masalah-masalah lain yang memprihatinkan, seperti kelaparan, kurang gizi, kematian bayi,  pelacuran dan perdagangan manusia. Karena kesulitan ekonomi ada yang melacurkan diri dan ada yang memperdagangkan manusia dan ada juga yang bunuh diri.  Berita tetang bunuh diri yang disebabkan oleh kemiskinan sering kita dengar di berbagai media massa.

Kemiskinan  telah dialami oleh rakyat Indonesia sejak zaman penjajahan dulu . Kemiskinan rakyat pada zaman itu  disebabkan oleh perbudakan moderen  dan sistim kolonialisme yang menjadi alat kapitalisme. Jelaslah, dengan sistem kolonialisme,penjajah  tidak mau memberikan daulat ekonomi kepada bangsa Indonesia. Bahkan rakyat terjajah ditindas dan dizolimi.

Sekarang setelah lebih setengah  abad Indonesia merdeka, rakyat Indonesia   masih hidup miskin. Kemiskinan yang ada sekarang memang berbeda dengan kemiskinan yang dulu.  Kemiskinan saat ini lebih maju, karena kemiskinan di Indonesia  berhasil diorganisir dan tercatat secara tertib oleh BPS  dan World Bank, sehingga  masyarakat miskin dapat dikategorikan sebagai orang miskin, setengah miskin dan hampir miskin.

Indonesia dikategorikan sebagai negara yang termasuk  berpenghasilan menengah, tetapi proporsi penduduk yang berpenghasilan kurang  dari 2 dollar AS perhari sama dengan negara yang berpenghasilan rendah seperti Vitnam. Dengan tolok ukur penghasilan 2 dollar AS per hari, maka berbagai studi di Indonesia menemukan  bahwa  lebih  dari  40 % penduduk Indonesia  hidup dibawah garis kemiskinan.

kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakadaan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan,tempat berlindung, pendidikan dan kesehatan (situs wikipedia).  Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuhan kebutuhan dasar ,   tidak memiliki  akses  terhadap pendidikan dan tidak memiliki pekerjaan atau menganggur.

Dampak dari kemiskinan di Indonesia  banyak diderita oleh perempuan. Dengan kondisi kemiskinan yang melanda rakyat di negeri ini, perempuan menjadi mahluk yang paling dirugikan. Kemiskinan membuat perempuan sulit mengakses sektor yang berhubungan dengan kebutuhan hidup. Status kesehatan perempuan menjadi rendah  yang berdampak pada tingginya anemia dan resiko tinggi pada kehamilan dan persalinan. Anak perempuan banyak yang tidak dapat mengakses pendidikan, sehingga memberi kontribusi kepada ketertinggalan kualitas SDM di negeri ini. Hal ini  menyebabkan tingginya ketidakberdayaan perempuan dalam membina rumah tangganya apalagi berpartisipasi dalam pembangunan.

Penghapusan kemiskinan merupakan tantangan Global yang dihadapi dunia dewasa ini. Para pemimpin negara-negara di dunia  pada konferensi tingkat tinggi (KTT) Millenium PBB pada tahun 2000 di New York, menetapkan upaya mengurangi separoh kemiskinan di dunia  sebagai tujuan MDG’s  bagi  negara-negara yang tergabung dalam Persatuan Bangsa-bangsa,  yang harus dicapai pada tahun 2015. Komitmen mengenai penghapusan kemiskinan ini ditegaskan dan dikokohkan kembali dalam deklarasi Johannesburg tahun 2002 mengenai pembangunan berkelanjutan yang  bersepakatan untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan untuk penghapusan kemiskinan.

Esensi pencapaian tujuan MDG’S adalah penghapusan kemiskinan,yaitu pemenuhan pangan,sandang dan papan, pendidikan dan kesehatan.Tujuan ini harus  dicapai sesuai  batas waktu yang ditentukan yaitu  tahun 2015. Untuk itu perlu dilakukan  terobosan-terobosan yang inovatif untuk memberantas kemiskinan, agar tujuan MDG’s  mengenai penghapusan kemiskinan tercapai pada tahun 2015 mendatang.

Untuk  mencapai tujuan MDG’s mengenai penghapusan kemiskinan, perempuan parlemen  hendaknya memicu semangatnya dan  mengasah kemampuan untuk mencari terobosan- terobosan baru untuk perbaikan gizi, kesehatan dan pendidikan    perempuan.  Sekalipun  jumlah perempuan dalam parlemen belum signifikan, tapi  dengan kemampuan  yang memadai,  akan  mampu memberi warna pada  keputusan-keputusan yang dibuat.

Perempuan Parlemen perlu mengorganisir diri untuk saling berbagi tugas  dalam memperjuangkan RUU yang adil gender.  Perempuan Parlemen harus agresif dalam memperjuangkan  kebijakan yang responsive jender, terutama  kebijakan anggaran yang responsive jender. Sejalan dengan itu, dalam memberantas kemiskinan,   perlu dibangun  Kerjasama antar kelompok perempuan, yaitu  perempuan  yang berada lembaga negara  dan ikut  mengambil  kebijakan publik dan   perempuan yang berada  di luar lingkup lembaga negara seperti  perempuan  yg berada di ormas sipil,  ormas perempuan dan NGO  lainnya. Dengan kerjasama tersebut  kiranya dalam mendatangkan hasil yang lebih baik.

Tentu saja gerakan untuk memajukan perempuan ini harus mendapat dukungan dari seluruh perempuan di Indonesia. Perempuan-perempuan yang berada di pemerintahan, di legislative, yang bekerja sebagai karyawan swasta, buruh pabrik, ataupun professional yang telah berhasil memajukan diri sendiri harus turut serta mendukung gerakan ini.  Walaupun Jumlah penduduk Indonesia yang perempuan lebih kecil dari pada laki-laki (sensus penduduk tahun 2010), tetapi perbandingan rasio keterwakilannya masih rendah. jika kita bersatu padu tentu akan lebih menghasilkan hasil yang lebih baik.

hak perempuanDan yang paling penting adalah, para perempuan harus menyadari bahwa untuk memajukan diri, hal utama yang perlu diingat adalah untuk selalu melakukan introspeksi diri, selalu meningkatkan kemampuan diri, baik untuk dirinya sendiri, maupun untuk perempuan-perempuan lain yang ada disekitarnya.

Semoga saja semangat ini dapat menjadi sebuah pemikiran baik yang akan tertular keseluruh penjuru negeri, agar perempuan negeri ini bertambah maju, bertambah mendapat posisi yang pantas.

Mari kita teriakan pada dunia, bahwa sebenarnya, kita perempuan Indonesia mampu, mampu untuk maju.