Menemukan passion anak

Setiap orang punya passion atau hobi atau minat khusus.  Passion  mencerminkan kepribadian, karakter dan jati diri.

  Sebagai orang tua,  penting untuk mengetahui passion  anak   sejak dini. Kasian anak tak punya passion, dia akan kurang bahagia. Tapi memang ada sekarang ini, orang tak punya minat khusus atau passion, tapi dia berminat pada semua hal. Orang seperti ini disebut sebagai manusia pelintas batas. Dia learning everything.

 Untuk mengetahui passion anak, orang tua tidak boleh  membatasi kegiatan anak. Anak belum tahu apa yang mejadi minat khususnya.  Kalau kita menghalangi anak untuk mengeksplorasi kemampuan yang dimilikinya, nantinya kita, tidak bisa menemukan bakat-bakat terpendam di dalam diri anak. Yang  perlu dilakukan, cukup mengawasi segala kegiatan anak. Jika nantinya ada hal yang disukainya,   kita  bisa mengarahkannya lebih lanjut.

Tentang menemukan passion ini, kita akan angkat sebuah pengalaman dari seorang  remaja putri bernama Callista. Dalam mencari minat khusus atau  passionnya, Callista melakukan  berbagai kegiatan.

Dia mengikuti kursus tari Bali. Lalu dia masuk les piano, kemudian ikut olah vokal dan melakukan berbagai  kegiatan olah raga. Mulai  dari senam, berenang, bersepeda, bermain sepatu roda,  bela diri  hingga yoga.

Akhirnya Callista mendarat di lantai dingin bermain esketing. Dia menemukan passionnya. Dia tekuni minat khususnya ini. Dia rajin berlatih dan mengikuti berbagai turnamen esketing hingga ke luar negeri.

Kini Callista telah menjadi atlit esketing dan segera mengikuti kejuraan nasional.

Pengalaman Callista memberi gambaran bahwa dalam menemukan passion, anak harus dibebaskan untuk melakukan berbagai kegiatan positif. Ternyata berbagai kegiatan yang dilakukan Callista merupakan compound atau tumpukan kompetensinya yang memberi kontribusi dalam membangun passionnya.