Internet is my life

Internet is my life, itu motto masyarakat digital. Teknologi internet  pendukung utama bagi terselenggaranya kehidupan global. Dengan dukungan teknologi internet, informasi dan komunikasi  dalam bentuk apapun dan untuk kepentingan apapun dapat dilakukan.  Internet  pendukung utama bagi terselenggaranya kehidupan sehari-hari  di  tengah pandemic corona. Dengan dukungan  internet, dunia terbuka,  komunikasi meluas. Hal-hal rumit dapat dibuat mudah. Tapi   fitnah, kebencian dan permusuhan juga dapat disuarakan  dengan mudah.

Internet berawal dari konsep jaringan computer yang dikembangkan pada tahun 1940 di Amerika Serikat. Konsep jaringan computer ini berawal dari sebuah proyek pengembangan computer Model I di suatu laboratorium Bell dan group riset Havard University yang dipimpin oleh Prof.H.Aiken. Selanjutnya, konsep jaringan computer ini pada tahun 1969 dikembangkan oleh  ARPANet (Advance Research Program Agency Net) yang menghubungkan  tiga computer di California dan satu computer  di Utah.  Program ARPANet ini merupakan proyek milik DARPA (Defence Advance Research Project) yang  bekerjasama dengan Universitas di Amerika Serikat.  ARPAnet sukses dengan program ini dan menyebabkan seluruh Universitas di wilayah itu ikut bergabung. ARPAnet dipecah menjadi dua yaitu MILNET ini untuk kepentingan militer dan ARPAnet untuk kepentingan sipil. Akhirnya ARPAnet berkembang pesat dan keduanya dikenal sebagai INTERNET yang kita akses sekarang ini.

Teknologi internet  berkembang pesat.  Muncul ponsel kamera, dan jaringan selular yang membuat orang makin mudah  berkomunikasi dalam waktu dekat sekalipun jarak  jauh. Membuat blogging dari ponsel sudah menjadi kenyataan. Tinggal ambil gambar dengan kamera ponsel lalu  posting di situs atau blog.  Saking dashatnya perkawinan ponsel dan internet, konsep jejaring sosial makin merebak. Jejaring sosial yang dipicu oleh kamera ponsel, menjadikan space tidak berjarak.

Bayangkan, seseorang yang berada dalam suatu aksi kekerasan massa, memposting gambar orang yang sedang memukuli korbannya ke suatu situs atau blog, maka orang lain dapat melihat detik itu  kejadian itu secara jelas.  Gabungan antara kemampuan membuat gambar, vidio dan teks membuat ponsel menjadi alat jurnalistik yang handal. Akibatnya semua orang menjadi  jurnalis.

Narasi ekstrim dapat dibuat di ponsel dan digunakan untuk menyebar hoaks.   Foto diolah digunakan untuk memfitnah. Vidio direkayasa dijadikan alat untuk menyebar kebencian. Sekarang, teknologi AI (artificial intelligent)  bisa memproduksi deep fake atau vidio palsu.  Wajah orang bisa diganti dan wajah itu dibuat berbicara  dengan kata-kata yang diinginkan. Gerak mulut dapat dikontruksi berdasarkan bunyi suara.

Ini kenyataan. Dunia terbuka, teknologi maju , komunikasi meluas. Hal-hal rumit dapat dibuat mudah. Tapi   fitnah, kebencian dan permusuhan juga dapat disuarakan  dengan mudah.