Iman dan Imun

Corona, antara Mistis dan Medis

Corona

Matahari terbit !  Sesungguhnya bukan matahari yang terbit, tapi bumi yang mengorbit. Jadi bumi  itu bulat.

Dulu pandangan Mistis mengatakan bahwa bumi datar Tapi ilmu pengetahuan menemukan bumi bulat. Adakalanya keyakinan dan pengetahuan berbeda pandang menyoal suatu masalah.

Hal yang sama terjadi dengan pandemi covid 19. Dalam kabut covid 19 ini muncul  pertanyaan. Apakah wabah corona ini? Bagaimana  melawannya?. Jawaban mana yang bisa dipercaya? Mistis atau Medis ?

Mistis adalah hal gaib yang tidak terjangkau akal manusia.  Mistis sebuah subsistem yang ada dalam hampir semua agama dan sistem religi untuk memenuhi hasrat manusia merasakan emosi bersatu dengan Tuhan.

Ketika virus corona berkembang biak sebagai bentuk kehidupan parasit yang  aneh dan tak terlihat, bermutasi dengan cara  tak terduga yang  memicu bencana global, pertanyaan tentang corona muncul bergelombang.

Sisa-sisa suara Abad Pertengahan yang bersifat mistis, mengatakan  bahwa serangan virus corona ini adalah bentuk kemurkaaan Illahi. Manusia sudah lupa diri. Manusia berburu uang meninggalkan sifat manusiawi. Mendahulukan modal dari pada moral dan banyak lagi narasi yang bersifat mistis.

Sementara itu, para ilmuan Medis  di seluruh dunia sedang  bekerja keras melawan wabah corona ini. Ada yang meresikokan nyawanya (dokter dan perawat) dan ada yang bergumul di   di laboratorium laboratorium untuk menemukan asal muasal dan karakter  wabah ini.  Menurut pandangan ilmu an Medis, jika wabah corona  tidak dapat  dikontrol, hal itu lebih sebabkan karena inkompetensi manusia sendiri, bukan karena kemurkaan Illahi.

Hidup ditengah kabut corona sangat menyusahkan. Rutinitas kehidupan sehari hari berantakan, Cara mencari uang bagi sebagian orang menjadi hilang. Dan hal paling menyusahkan bagi masyarakat Indonesia, lenyapnya tradisi guyuban alias berkumpul. Dari pagi hingga siang berakhir, biasanya dimana mana  orang  selalu berkerumun.

 Perhitungan ilmiah merekomendasikan penutupan hampir semua ruang publik termasuk tempat suci, rumah ibadat untuk menghindarkan kerumunan. Ilmuan Medis merekomendasikan agar tidak mengujungi rumah ibadah dan menunda berbagai seremoni agama untuk menjaga jarak. Protokol kesehatan 3 M, Menjaga jarak, Mencuci tangan dan Masker, perintah ilmuan Medis. Orang yang sadar bahaya corona patuh pada perhitungan Medis, termasuk sebagian Kiai dan  Pendeta.

Hampir setahun berlalu, orang-orang mulai  bingung. Kebosanan mulai mencekik. Hidup terasa terisolasi. tinggal di rumah, bekerja di komputer, berkomunikasi melalui konferensi video, melakukan olahraga kebugaran di sudut kamar dan memesan makanan dengan jasa pengiriman.

Dalam kebingungan dan kebosanan, berita resmi yang biasa dianggap sebagai kebenaran menjadi rumor. Rekomendasi ilmuan Medis  dipandang sebagai  sikap  paranoid. Dalam kabut corona ini dunia berjalan tanpa pakar. Semua orang mengkhawatirkan resiko tertular. Semua berdoa agar keajaiban datang menyapa. Semua bertanya krisis Covid 19 kapan menghilang.

Kembali  Mistis dan Medis berbeda dalam menjawab  situasi ini.  Jawaban Mistis mengatakan bahwa  wabah corona ini merupakan teguran dari Tuhan agar manusia berhenti memburu modernitas, mengurangi kerja nalar kapitalis dan meninggalkan gaya hidup sosialita. Kelompok masyarakat yang tidak masuk kategori di atas, tidak akan tertular wabah corona. Tuhan akan menjaganya. Orang mulai mengabaikan protokol kesehatan dan melakukan kerumunan dimana mana.

Kurangnya pengetahuan masyarakat, inilah yang menyebabkan kepanikan, demikian penilaian  ilmuan Medis. Kerja ilmuan   menghadapi corona memiliki tahap tahap tertentu. Dengan menggunakan hasil riset terdahulu, lahir rekomendasi protokol kesehatan 3 M untuk menghadapi virus corona.  Sementara itu, para ilmuan Medis  di seluruh dunia sedang  bekerja keras di laboratorium-laboratorium menemukan vaksin corona.

Matahari terbit !.  Sesungguhnya bukan matahari yang terbit, tapi bumi yang mengorbit. Bumi  itu bulat. Dalam pandangan Mistis, bumi datar, tapi penemuan ilmiah mengatakan  bumi  bulat. Untuk menerima  bahwa bumi bulat banyak pengorbanan. Pengorbanan itu telah menjadi sejarah.

Dalam kabut virus corona tak perlu panik dan mengumbar curiga.  Terlalu mengkhawatirkan,  jika menghabiskan waktu dengan kepanikan dan kecurigaan. Di saat jarimu menyentuh layar gawai dan menekan pranala, informasi terkembang dihadapanmu. Bijaklah  memilah informasi dengan menggunakan pikiran.

Sekian.