BULLYING ATAU PERUNDUNGAN

ASSALAMUALAIKUM WR. WB.

BERANDA PEREMPUAN

NGOBROL SANTAI,  SAMBIL NGUPI

BUKAN MENGGURUI, BUKAN  SOUSI

HANYA MENYALURKAN ASPIRASI

Makin kompleks kehidupan, makin banyak permasalahan.

Bullying salah satu permasalahan di zaman ini.

Bullying disebut juga perundungan, yaitu  perilaku tidak menyenangkan, dilakukan di dunia nyata dan di dunia maya. Ada yang dilakukan secara verbal, fisik, pengasingan  sosial dan hate speech.

Bullying  ini dialami banyak orang. Dari dulu memang sudah ada. Ada berbagai perundungan yang terjadi. Seorang anak laki-laki dipanggil tante, karena jalannya perlahan lahan. Ada remaja tubuhnya pendek dipanggil kuntet. Ada yang mendapat julukan karena kulitnya, asal daerahnya atau nama nya. Ada anak berasal dari Padang,  pernah kena bulli karena namanya pengki. Di Padang kata pengki tidak masalah, tapi ketika dia pindah ke Jakarta, pengki  di betawi artinya tempat sampah. Habis deh dia di bully.

Beberapa tahun belakangan ini bullying makin memprihatinkan, terutama bullying  yang  terjadi pada anak  dan remaja. Bullying tidak hanya terjadi di dunia nyata, tapi juga terjadi  di dunia maya. Bullying atau Perundungan  membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati dan tertekan baik yang  dilakukan oleh perorangan ataupun kelompok.

Perundungan  dilakukan dalam berbagai bentuk. Ada bentuk verbal seperti  membentak, berteriak, memaki, bergosip, menghina, meledek, mempermalukan dan lainnya.

Ada bentuk fisik seperti, memukul, menampar,menjorokin, menjambak, mencubit  dan lainnya

Ada yang bentuk sosial seperti, mengucilkan,membeda-bedakan, mendiamkan dan lain sebagainya. 

Ada bullying di dunia maya atau Cyber bullying : seperti,mengirim pesan yang menyakiti, menghina, mengancam.  Pesan teror dan menyebarkan kabar bohong, Mengubah foto tidak semestinya . Perang kata-kata  (flaming), membuat akun palsu untuk merusak reputasi seseorang, memperdaya seseorang untuk melakukan sesuatu yang memalukan dan mengucilkan seseorang dari grup daring. 

Korban perundungan merasa disakiti. Lebih ironis lagi, anak yang jadi korban perundungan sangat menderita, bahkan ada yang sampai mengakhiri hidupnya karena tak tahan di-bully oleh teman-temannya.

Nah disinilah peran ortu dalam mendidik anaknya.  Orangtua perlu mengetahui tentang perundungan ini dan menyampaikan pada anaknya. Disamping itu, Anak perlu diperkuat  fisik dan mentalnya agar tidak terkapar ketika di bully.

Juga perlu peran ortu  untuk mencegah anak menjadi pelaku perundungan. Nilai-nilai yang dianut anak banyak berasal  dari rumah.Kalau dirumah anak sering dibentak, dipukul atau mendapat kekerasan atau terlalu manja ,  maka di luar anak cenderung menjadi pelaku perundungan.

Perlu kita pahami bahwa nilai-nilai dominan di anut anak berasal dari rumah. Di rumah, ortu perlu mengajarkan anak menghargai nilai-nilai personal, nilai toleransi dan mengendalikan emosi. 

Hal yang paling penting adalah teladan  orang tua. Dirumah ortu harus menolak gurauan yg bermuatan olok olok pada bentuk-bentuk fisik , keyakinan,tradisi dan budaya orang lain. Orang tua  juga perlu memberi contoh. Jangan menyebut  anak dengan kata-kata yang tidak baik, seperti memanggil anak dengan panggilan yang menyakitkan anak, seperti  si gendut, si pemalas, pengantuk,  sikusut dan lainnya.

Sampai disini obrolan kita di BERANDA PEREMPUAN

Sampai ketemu lagi.

Assalamualikum WR. WB