ANCAMAN GLOBALISASI TERHADAP  KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
wall of Fame

ANCAMAN GLOBALISASI TERHADAP KETAHANAN NASIONAL INDONESIA

Oleh :Hendra Kurniawan (10116107)

Universitas Ciputra, Surabaya

 

Pendahuluan

Apakah yang dimaksud dengan globalisasi ?

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), globalisasi adalah proses masuk ke ruang lingkup dunia. Menurut Selo Soemardjan globalisasi adalah sebuah proses terbentuknya suatu sistem organisasi dan komunikasi antar masyarakat yang berada di seluruh dunia yang bertujuan untuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah tertentu yang sama. Menurut Emanuel Ritcher, globalisasi adalah suatu jarigan global yang mempersatukan masyarakat dimana mereka sebelumnya berpencar dan terisolasi  akan saling memiliki ketergantungan dan mampu mewujudkan persatuan dunia. Menurut John Huckle, pengertian globalisasi ialah suatu proses kejadian, kegiatan dan keputusandi salah satu belahan dunia dapat menjadi  konskuensi untuk seluruh masyarakat di daerah yang jauh sekalipun.

Memahami pengertian globalisasi di atas, dapat dikatakan bahwa. globalisasi  adalah dunia yang  memiliki sistim dan kaidah yang sama,   kejadian di satu belahan dunia akan berakibat bagi belahan dunia lainnya     Berdasarkan hal itu, maka Ketahanan nasional suatu negara tidak dapat ditentukan oleh negara itu saja, pengaruh globalisasi sangat signifikan.

Ketahanan nasional merupakan ketangguhan suatu bangsa menghadapi berbagai ancaman, termasuk ancaman globalisasi. Globalisasi di bidang teknologi komunikasi dapat menjadi ancaman bagi ketahanan nasional. Dalam bidang komunikasi tercipta berbagai macam alat komunikasi seperti handphone, televisi, radio, computer sehingga interaksi antarwarga dunia dapat berlangsung dengan cepat dan mudah. Globalisasi  mempermudah kerja manusia tapi juga merupakan ancaman ketahanan nasional.

Tulisan ini akan membahas ancaman globalisasi terhadap ketahanan nasional.  Dalam globalisasi, informasi yang disampaikan lewat komunikasi media sosial dapat memicu pecahnya persatuan bangsa.  Informasi provokatif dapat menimbulkan konflik sosial, kegaduhan masyarakat dan perseteruan SARA (suku, agama dan ras). Bahkan melalui sosial media dapat disampaikan ajaran radikal, tanpa perlu dipertanggungjawabkan. Hal itu semua dapat melemahkan ketahanan nasional.

Globalisasi

Seperti yang telah disebutkan diatas, bahwa globalisasi adalah proses masuk ke ruang lingkup dunia. Kemajuan teknologi komunikasi  dalam era globalisasi dapat berdampak positif dan negative bagi kehidupan bangsa. Dampak positif nya dapat dilihat di bidang ekonomi, seperti terciptanya kebebasan pasar internasional. Pasar internasional merupakan pasar jual beli produk/jasa yang berasal dari beberapa negara. Adanya pasar internasional dimanfaatkan oleh perusahaan yang produknya sudah menonjol dan melampaui pasar domestik, sehingga perusahaan dapat mencari target market yang baru dan menciptakan pasar yang lebih luas.

Dampak positif globalisasi dapat pula dilihat di bidang budaya. Kemajuan teknologi pendidikan di era globalisasi menjadi pemicu  pertukaran budaya antar negara di seluruh dunia. Melalui internet,  kebudayaan negara lain  dapat dipelajari tanpa harus pergi kesana. Dengan terbukanya bidang budaya, maka sektor pariwisata juga berkembang. Melalui teknologi internet pariwisata dapat dipromosikan dengan mudah dan cepat, sehingga dapat mendatangkan wisatawan dari berbagai berbagai pelosok dunia.

Disamping dampak positif, globalisasi dapat menjadi ancaman bagi ketahanan nasional.  Sekalipun ada kerja sama antarbangsa di bidang pertahanan keamanan (kerja sama bilateral, regional, internasional), namun globalisasi membawa nilai-nilai yang memudarkan  nilai-nilai budaya bangsa. Nilai individualisme, konsumtif, dan teknologis yang dibawa globalisasi  melenyapkan solidaritas dan kepedulian sosial. Peran masyarakat dalam  menjaga ketertiban bangsa menjadi berkurang. Kemajuan teknologi disalah gunakan untuk melakukan kejahatan.

Dampak negative globalisasi dapat merusak kemampuan dan kekuatan untuk mengembangkan kehidupan bernegara dan berbangsa. Semangat nasionalisme kita dapat menjadi luntur. Selain itu kemampuan untuk mempertahankan kelangsungan hidup bangsa sesuai dengan cita-cita dan tujuan nasional Indonesia menjadi lemah Hal ini berarti  Ketahanan nasional  menjadi  melemah, tidak kuat melawan arus globalisasi. Akhirnya, konsepsi Ketahanan Nasional tinggal sebagai teks saja, tidak bisa diimlementasikan.  Apakah itu konsepsi Ketahanan Nasional ?, dibawah ini akan diuraikan.

Ketahanan Nasional

Istilah  Ketahanan Nasional  pada awalnya muncul  di  kalangan militer angkatan darat dari SSKAD tahun 1960-an.   Istilah ini muncul karena dalam perjuangan mencapai cita-cita/tujuan nasional,  bangsa Indonesia  tidak terhindar dari berbagai ancaman-ancaman yang kadang-kadang membahayakan keselamatan negara. Agar dapat menghadapi ancaman-ancaman tersebut, bangsa Indonesia harus memiliki kemampuan, keuletan dan daya tahan yang dinamakan ketahanan nasional.

Selanjutnya, kemampuan, keuletan dan daya tahan bangsa  dirumuskan dalam konsepsi Ketahanan Nasional dan diberi landasan hukum dalam  GBHN zaman Orde  Baru (1978). Ketahanan Nasional didefinisikan sebagai berikut.

“ Ketahanan nasional adalah keuletan dan ketangguhan suatu bangsa yang mampu menghadapi dan mengatasi segala tantangan, hambatan dan ancaman baik yang datang dari dalam maupun dari luar, baik secara langsung ataupun tidak langsung yang membahayakan integritas, identitas serta kelangsungan hidup bangsa dan Negara “.

Menilik isi konsepsi ini yang telah dikembangkan Lemhanas (Lembaga Pertahanan Nasional) dan dua  perguruan tinggi nasional ( UI dan UGM), maka dapat diklasifikasikan bahwa Ketahanan Nasional sebagai strategi politik Indonesia berisi keuletan dan ketangguhan untuk menghadapi ancaman-ancaman.  Konsepsi Ketahanan Nasional berbeda dengan konsepsi Wawasan Nusantara.  Konsepsi Wawasan Nusantara merupakan geo politik Indonesia yang lebih memfokuskan isinya pada masalah wilayah. Sedangkan konsepsi Ketahanan Nasional berfokus pada ancaman-ancaman yang melemahkan bangsa dan Negara.

Dampak negative globalisasi dapat dilihat sebagai ancaman yang dapat melemahkan kehidupan bangsa dan Negara. Nilai -nilai yang dibawa globalisasi  melenyapkan solidaritas dan kepedulian sosial, sehingga peran masyarakat dalam ikut menjaga ketertiban bangsa menjadi berkurang. Kemajuan teknologi disalah gunakan untuk melakukan kejahatan, terutama menyebarkan berita bohong, menyesatkan dan mengadu domba. Mengenai kebohongan, dapat kita kutip pendapat bapak Johan Hasan  (Dosen UC) dalam artikelnya di Kompas, 28 April 2018 yang berbunyi sebagai berikut.

“ Berbohong, karena sudah bayak yang percaya tidak lagi dianggap berbohong dan tidak lagi menimbulkan rasa malu/berdosa, bahkan jika itu digunakan atas nama agama. Segenap kesalahan/keburukan tertutupi dengan emosi dan kepercayaan massa sehingga fakta objektif menjadi kurang memiliki pengaruh “.

Informasi bohong dan provokatif yang disampaikan lewat media sosial dapat memicu terjadinya  konflik social, kegaduhan masyarakat dan perseteruan SARA (suku, agama dan ras). Bahkan melalui social media dapat disampaikan ajaran radikal, tanpa perlu dipertanggungjawabkan.

Meningkatkan Ketahanan Nasional

Menanamkan dan melaksanakan konsep-konsep kehidupan berbangsa dan bernegara serta melaksanakan etika kehidupan bernegara merupakan salah satu cara untuk meningkatkan ketahanan nasional. Kita harus menyadari bahwa Indonesia negara pluralis, beragam-ragam tapi tetap satu. Keragaman ini bila tidak  dipelihara, dapat memicu perpecahan bangsa.  Keragaman di bidang agama ( 6 agama di akui Negara)  membutuhkan sikap saling menghormati antar umat beragama. Dengan saling menghargai dan menghormati antar umat beragama akan tercipta kehidupan yang damai dan sejahtera.

Selanjutnya, perlu menegakkan hukum yang adil. Hukum yang adil menciptakan pemerintahan yang berdaulat. Hukum dilaksanakan tidak tajam ke bawah, tumpul ke atas, tapi semua warga negara tanpa kecuali bila melanggar hukum harus diadili.

Penutup

Globalisasi sekarang sangat mempengaruhi kehidupan sosial budaya, kemajuan ekonomi, politik suatu negara. Memiliki keuntungan antara lain kerjasama antar negara, kemajuan pendidikan dengan pertukaran pelajar, meningkatkan pendapatan negara, dan terciptanya pasar bebas internasional. Selain itu kerugiannya antara lain pertumbuhan industri lokal terhambat, muncul  invidualisme dan konsumerisme, dan  teknologi internet dapat disalahgunakan untuk melakukan kejahatan.

Maka itu, dibutuhkan ketahanan nasional yang kuat untuk menghadapi tantangan, ancaman, dan gangguan yang dapat mengancam negara dalam mencapai tujuan nasional.  Adalah penting menyadari ancaman globalisasi terhadap ketahanan nasional Indonesia, terutama dampak kemajuan teknologi komunikasi. Informasi bohong dan provokatif yang disampaikan lewat media sosial dapat memicu terjadinya  konflik sosial, kegaduhan masyarakat dan perseteruan SARA (suku, agama dan ras). Bahkan melalui media sosial dapat disampaikan ajaran radikal. Semua hal itu dapat melemahkan ketahanan nasional bangsa Indonesia.

Daftar Bacaan

  1. Setiawan, Ebta. 2012-2018. Globalisasi. https://kbbi.web.id/globalisasi
  2. Ardi, Novyan. 2013. Ketahanan nasional di era globalisasi. https://www.kompasiana.com/novyanardi11/ketahanan-nasional-di-era-globalisasi_5528759d6ea8346e238b462f
  3. Aljauhari, Bustomy Rifa. 2015. 10 Dampak globalisasi dibidang ekonomi dan contohnya. https://ilmugeografi.com/ilmu-sosial/dampak-globalisasi-di-bidang-ekonomi
  4. 10 Dampak globalisasi di bidang sosial budaya beserta contohnya. https://ilmugeografi.com/ilmu-sosial/dampak-globalisasi-di-bidang-sosial-budaya/amp
  5. Chaniago, Khairul. Pengertian dan arti definisi ketahanan nasional bangsa negara Indonesia. https://khairulchaniago.wordpress.com/pengertian-arti-definisi-ketahanan-nasional-bangsa-negara-indonesia/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *