Ketika Ruang dan Waktu Berpisah

IMG-20130309-00475Hidup berlangsung dalam ruang dan waktu. Dewasa ini kita masuk dalam situasi absurd, karenaruang dan waktu telah berpisah dan telah dinisbikan, sehingga terjadi perubahan konsep – konsep kehidupan.Seiring dengan itu, terjadipergeseran nilai, pranata tradisi tidak kredibel lagi menangani masalah-masalah sosial.

 Dengan majunya teknologi komunikasi, kegiatan komunikasi tidak lagi mensyaratkan kesatuan ruang dan waktu. Hadirnya ponsel dan perkawinan ponsel dan  internet, konsep jejaring sosial makin merebak. Seorang yang berada di belantara Afrika misalnya, bisa memposting gambar  hewan liar bidikannya, lalu memposting ke satu situs  dan orang lain dapat menikmati gambar tersebut.

 Ketika ruang dan waktu berpisah, timbul percepatan. Percepatan menimbulkan kerja yang berdesakan. Maka itu, hidup kontemporer  penuh dengan kegiatan yang berdesakan. Percepatan melahirkan hal-hal yang instans, dan semua orang berlari tunggang langgang mengejar masa depan yang belum bernama.

Dalam kemajuan teknologi komunikasi,manusia dikepung oleh berbagai informasi. Informasi telahmenjadi penentu hidupmanusia. Informasi datang bagai air bah, yang satu belum dapat dicerna yang lain sudah datang. Informasi yang kita dapat saat ini, saat berikutnya sudah usang. Kita tak punya waktu untuk mengolah informasi itu yang seharusnya  diolah agar diperoleh kedalaman. Tetapi pengolahan membutuhkan waktu, maka  terjadi kedangkalan, dan semuaserba instan.

Di zaman ini semua fenomena yang ada tidak dapat lagi dilihat secara terpisah. Ini fenomena politik, ekonomi, moral  dsb. Dan teknologi telah melahirkan “super empowered angry men “, yaitu orang-orang  perkasa yang  marah, yang  dalam istilah minang disebut sebagai “orang gila pakai parang “. Oleh sebab itu, kewaspadaan harus dijaga dan jangan membuat persoalan yang tidak perlu.

 Dewasa ini, untuk membuat keputusan sesungguhnya lebih mudah,karena tidak perlu lagi mempertimbangkan hal-hal yang aneh-aneh atau yang besar-besar. “Grand design “ atau narasi agung sudah tak ada lagi. Yang menentukan orang mau melakukan ini-itu, hanyalah mood dan kondisi. Mood dan kondisiberubah-ubah seiring dengan gerak waktu.

 Di zaman ini kita temukan berbagai paradoksal (hal-hal berlawanan ) dalam berbagai fenomena kehidupan. Oleh karena itu, perlu dipahami paradoksal dalam kehidupan manusia. Ada globalisasi tapi ada marjinalisasi. Ada kecepatan tetapi ada kedangkalan. Ada kemajuan tetapi ada siksaan. Dalam suatu peristiwa ada kelompok yang merayakan, tetapi ada kelompok yang meratap dan ada kelompok  tidak peduli.

 Banyak manusia terpenjara dalam pusaran paradoksal, karena kondisi tidak menentu, membuat risau dan gelisah. Namun kegelisahan itu harus dijadikan motivasi pencarian berbagai kemungkinan. Dalam pencarian kemungkinan terjadi pertarungan apa yang seharusnya dilakukan.Sesungguhnya, paradoksal itu bukanlah irasional,tetapi adalah kunci untuk memahami persoalan.

 Pada zaman ini, kecepatan- kecepatan – kecepatan, salah satu penentu kesuksesan. Waktu adalah pemburu dan ruang adalah padang. Manusia sekarang adalah pengejar waktu dan penyeberang ruang. Pemadatan waktu dan ruang telah melahirkan globalisasi.