ALGORITMA POLITIK

Kalangan Oldest yang tak termasuk generasi Milenial, akan merasa asing dengan Algoritma. Selama ini yang dikenal adalah   Logaritma. Algoritma beda dengan logaritma. Logaritma merupakan operasi matematika yang merupakan kebalikan dari eksponen atau pemangkatan. Sementara Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis untuk menyelesaikan suatu masalah yang disusun secara sistematis dan logis. Algoritma adalah sebuah konsep untuk pemecahan masalah.

Banyak juga orang yang bingung membedakan algoritma dengan program. Program  adalah kumpulan pernyataan komputer, sedangkan metode dan tahapan sistematis dalam program adalah algoritma. Program ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman. Jadi bisa disebut bahwa program adalah suatu implementasi dari bahasa pemrograman. Beberapa pakar mengatakan bahwa program hasil perkawinan  algoritma dengan bahasa. Bila program kawin dengan bahasa politik, maka tersusunlah algoritma politik. Tulisan ini akan menginformasikan bagaimana membangun algoritma politik.

Algoritma sebagai  Pemecahan Masalah

Algoritma berasal dari kata algorism yang berarti proses menghitung dengan angka arab. Algoritma ditemukan oleh Al-Khawarizmi Abu Abdullah Muhammad bin Musa al-Khwarizmi.  Dia seorang ilmuwan Timur Tengah. Al-Khwarizmi Juga dikenal sebagai penemu Aljabar  dan  seorang ahli Astronomi dimasanya.

Dengan konsep Algoritma maka suatu permasalahan  diselesaikan secara sistematis, Logis dan bisa diuji benar atau salahnya. Suatu masalah yang memiliki  banyak proses dapat  dinyatakan dalam suatu algoritma. Pada prakteknya penerapan algoritma haruslah efisien, cepat, tepat dan simple. Langkah-langkah dalam Algoritma harus logis dan harus dapat ditentukan bernilai salah atau benar.

Algoritma   sebagai jantung ilmu komputer

Teknologi komputer  merupakan alat penting  menunjang kemajuan hidup di zaman now ini.   Komputer menggunakan bahasa pemrograman.  Algoritma pemrograman yaitu urutan atau langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah pemrograman komputer. Algoritma penting untuk mempelajari bahasa  pemrograman.  Dalam komputer,  disamping algoritma pemprogaman dikenal pula algoritma percabangan.  Algoritma percabangan digunakan  untuk menyeleksi kondisi. Algoritma percabangan  disebut juga dengan flow control dan algoritma pemilihan. Satu jenis perintah dalam algoritma digunakan sebagai cara untuk memberitahukan program tentang perintah apa yang harus dijalankan dan  dimana perintah itu dijalankan.  Banyak permasalahan matematika yang mudah jika diselesaikan secara tertulis, tetapi cukup sulit jika kita terjemahkan ke dalam pemrograman. Dalam hal ini, algoritma dan logika pemrograman akan sangat penting dalam pemecahan masalah.

Algoritma dapat  disajikan dalam 2 bentuk, tulisan dan gambar. Yang disajikan dengan tulisan menggunakan  struktur bahasa tertentu (misalnya bahasa Indonesia atau bahasa Inggris) dan pseudocode (kode). Yang disajikan dengan gambar menggunakan flowchart. Flowcart adalah bagan (chart) yang menunjukkan alir (flow) di dalam program atau merupakan prosedur sistem secara logika untuk digunakan untuk alat bantu komunikasi dan untuk dokumentasi. Flowchart suatu bagan dengan simbol-simbol tertentu yang menggambarkan urutan proses secara mendetail, hubungan antara suatu proses (instruksi) dengan proses lainnya dalam suatu program.

Algoritama bagian dari komputasional thinking

Algoritma termasuk langkah komputasional thinking. Sebagai Contoh ketika kita akan berangkat kuliah, akan lebih efektif jika kita makan terlebih dahulu, lalu mandi, kita tidak perlu ke kamar mandi dua kali, karena habis makan biasanya ke kamar mandi lagi.  Sama halnya ketika kita melakukan penyelesaian computational thinking, ketika algoritma kita tak bertele tele dan runtun maka sebuah masalah akan lebih mudah untuk diselesaikan.

Algoritma  telah dipelajari di seluruh dunia dan merupakah salah satu program wajib di sekolah-sekolah dan bangku kuliah.  Berbagai penyelesaian masalah sosial, termasuk masalah dalam kehidupan  sehari-hari dapat menggunakan algoritma. Setiap orang bisa mempunyai algoritma yang berbeda-beda terhadap masalah yang sama. Langkah-langkah yang harus  dilakukan  dalam penggunaan konsep algoritma dalam kehidupan sosial sebagai berikut.

–  Tentukan masalah

–  Susun algoritma

–  Cara penyelesaian (langkah-langkah algoritma)

Contoh:

Untuk kegiatan sehari-hari dapat dibuat algoritma.  Langkah-langkah algoritmanya: bangun pagi, lalu susun apa yang akan dikerjakan pada hari itu. Bagaimana melakukannya dan lainnya.

Algoritma sebagai langkah komputasional thinking bermanfaat untuk melatih orang berpikir logis, sistimatis dan teliti, sehingga tidak gegabah dalam membuat suatu keputusan atau menentukan pilihan-pilihan.

Manfaat penerapan Algoritma

Penerapan  algoritma dalam kehidupan sehari-hari mempunyai banyak keuntungan di antaranya adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan kemampuan berpikir secara logis dan sistimatis

Kita  akan menjadi terlatih untuk berfikir dengan menggunakan logika saat menghadapi permasalahan. Bila kita biasa berpikiran logis,  kita akan terbiasa berpikir logis dalam kehidupan sehari-hari. Bila terbiasa  logis, kemampuan kita dalam menganalisis suatu masalah juga akan meningkat sehingga akan menghindarkan kita dari kesalahan. Selain dapat mempertimbangkan dengan tepat bagaimana kita akan menyelesaikan sebuah permasalahan, penerapan algoritma dapat mengembangkan cara berfikir sistematis.

  1. Teliti terhadap detail

Penerapan algoritma dapat membuat kita lebih teliti terhadap detail. Cara berpikir general sering mengabaikan detail, sehingga sering tidak  cermat dan  gegabah dalam membuat suatu  keputusan. Dalam perkembangan pemikiran mutakhir, tidak ada makna sentral (universal). Grand narasi telah diubah menjadi mini narasi. Maka itu, bicara detail penting.

  1. Meningkatkan Kemampuan dalam Mengatasi Masalah

Melatih diri  untuk bisa menyelesaikan  permasalahan dan mengatasi kesalahan-kesalahan yang terjadi.

Algoritma Politik

Bila algoritma diterapkan dalam program politik maka ada langkah-langkah yang harus disusun. Pertama,ditentukan tujuan politik yang akan dicapai. Lalu dibuat algoritmanya, kemudian susun langkah-langakah logaritmanya.

2018 – 2019 adalah tahun politik. 17 April 2019  akan dilaksanakan pemilu serentak yang baru pertama kali terjadi di negeri ini, pemilu presiden dan pemilu legislatif. Pemilu 2019 ini untuk  memilih Presiden dan wakil Presiden juga  memilih Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten Kota serta DPD. Para kandidat sedang berjuang dan bersaing untuk menang. Pemilih sedang dijejali berbagai menu “janji janji politik” para kandidat.

“Janji, tinggal janji,kenyataannya tidak terlihat “. Ini nyanyian masyarakat yang telah muak dengan janji-janji.   Para kandidat jangan berpikir untuk berjanji lagi, coba langsung  menyampaikan tujuan-tujuan   politik, agar pemilih percaya dan siap  menentukan pilihannya di bilik suara.

Untuk memenangkan kontestasi politik,  kandidat harus menyusun algoritma politik yang tepat. Sesuai  rumus algoritma, tentukan urutan langkah-langkah politik secara sistematis dan logis. Racikannya tentu membutuhkan berbagai macam bahan, diantaranya adalah visi, misi serta program yang jelas berpihak kepada pemilih. Susun strategi komunikasi politik yang tepat dan tentunya perlu media sebagai menjadi alat untuk berkomunikasi dengan pemilih.

Mungkin bagi sebagian kandidat tak sulit menyusun visi, misi serta program yang diinginkan publik. Visi,misi dan program mudah disampaikan, sulit diwujudkan. Kepercayaan sosial sulit diraih. Maka itu gerak politik harus berbasis algorima politik.  Masyarakat zaman now sudah cerdas  berpikir, bernalar dan sangat kritis, tak percaya lagi pada janji janji politik, yang tidak mungkin  terealisasikan.

Salah satu langkah penting dalam penerapan algoritma politik adalah strategi komunikasi politik. Komunikasi harus dipersiapkan dengan baik. Tak cukup hanya mengandalkan ilmu politik dan pengalaman berorganisasi.  Kecerdasan masyarakat sudah meningkat. Menghadapi peningkatan  kecerdasan ini, diperlukan strategi komunikasi politik yang ciamik. Untuk itu, ilmu komunikasi politik, marketing politik, personal branding dan Ilmu komunikasi massa perlu dipahami.

Langkah penting lainnya dalam penerapan algoritma politik adalah menyusun team yang solid, jelas job discripstion. Kerja terbagi sesuai keahlian masing-masing anggota team.  sehingga  jelas siapa bertanggungjawab apa. Tak kalah pula pentingnya   merawat  jaringan massa yang sudah dipupuk selama ini. Merawat lebih sulit dari membangun.

Medsos sebagai Media Kampanye

Visi, misi dan program politik yang sudah disusun secara strategis, logis dan  menarik,  perlu disampaikan kepada pemilih dengan  cara-cara baru. Kalau secara konvensional (dulu) kandidat  menyapa konstituen ke daerah-daerah pemilihannya dengan menggunakan strategi Grass Root Campaign, bahkan ada politisi yang tinggal di rumah konstituen berminggu minggu dengan dalih menyerap aspirasi masyarakat tapi sesungguhnya untuk sosialisasi.  Sekarang , cara ini   sudah tidak efektif lagi. Selain  membutuhkan banyak waktu dan tidak efisien, juga  masyarakat sudah tidak bisa didekati dengan cara-cara di atas. Cara pikir masyarakat telah berubah. Gerak  politik sekarang ini  cepat, tepat, sistematis dan logis. Maka  itu menggunakan media sosial (sosmed)  perlu  sebagai salah satu langkah algorima politik.

Sejak Pilkada DKI Jakarta 2012 dan Pilpres 2014 penggunaan sosmed sebagai alat sosialisasi para kandidat sudah sangat masif dan terbukti menghasilkan pemenang. Semakin maju teknologi, semakin berat persaingan yang harus dihadapi para kandidat.  Semakin murah harga gadget dan mudah mengakses internet, mempercepat informasi sampai ke rakyat pemilih. Kepercayaan publik kepada media konvensional sudah menurun. Media konvensional dipenuhi oleh framing media yang berlebihan. Ada indikasi kuat bahwa masyarakat pemilih lebih banyak mendapat informasi tercepat dan terpercaya melalui media sosial.

Banyak hoax yang disebar oleh akun anonim. Hate speech dan fitnah yang sering digunakan oleh aku anonim  dalam sosmed, terkesan kampanye dan sosilisasi politik melalui sosmed tidak beradab.  Bisa jadi pandangan seperti ini dibangun oleh pihak pihak yang sudah tidak dapat lagi menjadikan sosmed  sebagai sarana penyebar hoax.

Sosmed efektif untuk menyapa pemilih dan menyampaikan visi, misi serta program kandidat. Karena  waktu , tenaga dan logistik politik dapat dikurangi. Kampanye dan sosialisai melalui sosmed adalah pilihan yang tepat. Dewasa ini tidak dapat dipungkiri, banyak kandidat yang memiliki akun sosmed serta influenser yang mendukungnya, walaupun tak sedikit pula  didampingi dengan akun penyebar hoax.

Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan, dibutuhkan algoritma politik yang tepat untuk memenangkan konstetasi politik di pemilu serentak 2019. Dewasa ini menyusun algoritma politik  menjadi penting. Para caleg DPR, DPRD dan DPD, para capres dan cawapres, dan tentu saja partai politik yang menjadi peserta pemilu perlu menyusun algoritma yang tepat. Susunlah algoritma terbaik untuk meraih kemenangan, yaitu kemenangan bagi rakyat Indonesia,  terwujudnya masyarakat  adil dan makmur.

Berpikir dan bernalar penting untuk memecahkan masalah kehidupan, terutama kehidupan politik.  Penerapan algoritma sebagai  konsep  pemecahan masalah memerlukan kemampuan berpikir dan bernalar. Dengan  menerapkan algoritma penyelesaian masalah dapat dilakukan secara sistematis, Logis dan bisa diuji benar atau salahnya. Suatu masalah yang memiliki  banyak proses dapat  dinyatakan dalam suatu algoritma. Pada prakteknya penerapan Algoritma adalah cara yang  efisien, cepat, tepat dan simple untuk pemecahan masalah. Langkah-langkah dalam algoritma harus logis dan harus dapat ditentukan bernilai salah atau benar.

 

 

About mardety mardinsyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*