Toleransi Sebagai Pilar Demokrasi di Indonesia

Rita Limbong ( 40215080)

Jurusan  culinary business

 

Pengantar

Toleransi Sebagai Pilar Demokrasi di Indonesia,  tema yang sangat menarik untuk dibahas dalam kondisi masyarakat Indonesia di kekinian. Gelombang informasi yang membawa berbagai ide, cara berpikir dan cara hidup membuat masyarakat kita  sangat sensitif terhadap berbagai hal. Ditambah lagi dengan demokrasi yang dijalankan secara nyata, dimana tiap orang bisa berteriak, bisa mengeluarkan pendapat di depan pulik, seperti di media social, membuat hari demi hari tergerus rasa toleransi  baik toleransi  antar agama,suku,budaya, dan ras. Benturan-benturan yang seharusnya diselesaikan secara logika dibawa juga ke dalam emosi. Masyarakat kita yang selama ini cukup toleran, kini menjadi sensitive dan sensitivitas ini terus berkembang sehingga sikap-sikap intoleransi  yang terjadi sudah sampai pada tahap yang mencemaskan. Sehubungan dengan itu, tulisan ini yang merupakan Student Activity Assignment (SAA)  dalam mata kuliah Civics, akan membahas toleransi dan demokrasi. Berangkat dari keyakinan bahwa toleransi merupakan salah satu pilar pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Mengabaikan sikap  toleransi,  demokrasi yang telah berjalan baik ini dapat  kembali set back.  Sikap toleransi  antar agama,suku,budaya, dan ras adalah pilar utama untuk memperkokoh demokrasi di Indonesia.

Apa itu Toleransi ?

“Toleransi “.  Sebuah kata yang mudah disebut, indah di dengar, mudah diucapkan,  tapi sulit dilakukan oleh orang per orang. Banyak pihak yang sulit bertoleransi “ bayang-bayangnya saja terpijak marah”. Sekarang ini di masyarakat kita perbincangan tentang agama,suku,budaya, dan ras memiliki sensitivitas yang tinggi, sehingga dapat melahirkan konflik social.

Secara etimologis,  kata Toleransi  berasal dari kata ‘’tolerare” yang berasal dari bahasa latin yang berarti dengan sabar membiarkan sesuatu. Jadi pengertian toleransi secara luas adalah suatu sikap atau perilaku manusia yang tidak menyimpang dari aturan, dimana seseorang menghargai atau menghormati setiap tindakan yang dilakukan orang lain. Sumber: http://artikel.us/leimena.org

Melihat dari pengertian di atas, maka toleransi adalah suatu sikap dan perilaku yang berintikan sikap sabar, menghargai, menghormati orang lain dan tahu aturan dalam kehidupan bermasyarakat. Kepentingan bersama perlu dikedepankan. Toleransi adalah sikap tertinggi dari keadilan yang tentu juga merupakan pilar utama bagi pemerintahan demokratis.

 Demokrasi di Indonesia

Demokrasi adalah bentuk atau sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat. Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica, yang membagi tiga kekuasaan politik negara, yakni eksekutif, yudikatif, dan legislatif. Ketiga kekuasaan lembaga negara independen dan berada dalam peringkat yang sejajar satu sama lain. Independensi ketiga jenis kekuasaan ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi atau saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances. 

Negara demokrasi adalah negara hukum, rakyat berdaulat dan ada penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia. Dalam negara demokrasi tidak dibenarkan ada diskriminasi antara mayoritas dan minoritas. Dalam mengambil keputusan harus terarah kepada kepentingan bersama.

Negara Indonesia adalah negara demokrasi yang juga menganut prinsip trias politica. Kekuasaan negara dibagi dalam tiga lembaga utama: eksekutif, yudikatif, dan legislatif.Ketiga lembaga ini disebut sebagai lembaga tinggi negara. Untuk mengisi lembaga eksekutif    (Presiden dan wakil Presiden) dilakukan pemilihan langsung oleh rakyat dalam Pemilihan Umum (Pemilu). Pemilu dilaksanakan secara bebas. Kebebasan adalah inti demokrasi. Kebebasan  berpendapat merupakan ciri khas bangsa ini sejak zaman dulu kala.

Indonesia adalah negara multikultur. Bangsa Indonesia yang beragam ( agama,suku,budaya, dan ras) diikat dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika (bersatu dalam keragaman). Melaksanakan demokrasi dalam negara yang multikultur, jelas membutuhkan sikap toleransi.  Karena itu, agar demokrasi berjalan sebagaimana mestinya di negeri ini,  maka kepentingan bersama harus diutamakan. Sikap toleransi sangat diperlukan. Toleransi adalah pilar demokrasi. Demokrasi akan jalan di Indonesia selamanya, bila interaksi antara  agama,suku,budaya, dan ras dapat berlangsung damai dan harmonis dan toleran. Perbedaan agama,suku,budaya, dan ras adalah kekayaan bangsa, bukan kendala melaksanakan kehidupan demokrasi.  Bangsa Indonesia pernah memiliki citra sebagai bangsa yang ramah yang tentu dapat diartikan sebagai bangsa yang memiliki toleransi yang tinggi.

 Langkah-Langkah dalam Memupuk Toleransi di Indonesia

Berikut ini adalah beberapa langkah-langkah yang dapat di gunakan untuk memupuk sikap toleransi beragama, bersuku dan berbudaya di Indonesia.

  1. Memiliki sikap atau perilaku saling menghormati dan menghargai semua tindakan sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku di masyarakat termasuk ketika sedang menjalankan suatu demokrasi di masyarakat..
  2. Menolak kesenjangan budaya dan segala bentuk ketidakadilan terhadap seseorang atau sekelompok orang.
  3. Tidak melakukan tindakan diskriminasi terhadap kelompok yang berbeda,selama kelompok/orang tersebut tidak melanggar aturan dan norma yang ada. (Sumber: com).

Penutup

Indonesia merupakan negara multikultur, yang memiliki  bermacam suku,budaya,ras dan tradisi yang berbeda pada setiap daerah. Dalam mewujudkan negara yang demokratis dibutuhkan toleransi antar semua susunan atau lapisan dalam masyarakat. Toleransi dalam demokrasi membutuhkan sikap tenggang rasa,  rukun dan tidak menyimpang dari aturan. Sikap saling menghargai dan saling menghormati syarat utama untuk masyarakat demokratis. Mari kita bangun sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari guna menjalin hubungan yang harmonis,rukun,dan sejahtera.

SEKIAN.

About mardety mardinsyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*