MEDIA DIGITAL BAGAI PISAU TAJAM BERMATA DUA

Oleh : Owen Zeviro Lukito

School of Enterpreneurship  and Humanities, Academic Year 2017-2018 odd, Universitas Ciputra Surabaya

Negara dengan penduduk besar seperti Indonesia ( terbesar ke 4 di dunia)  tentu tidak mudah mengatasi  perbedaan pendapat yang muncul di media sosial.  Menyampaikan pendapat kepada umum merupakan diperbolehkan  demokrasi. Dalam era demokrasi reformasi sekarang ini, menyampaikan pendapat di media sosial tampaknya telah menjadi kebutuhan masyarakat.  Memang sejak awal, demokrasi sudah menjadi  sistem kehidupan berbangsa dan bernegara bagi bangsa Indonesia.  Dalam demokrasi yang kita anut, yaitu demokrasi Pancasila  terdapat mufakat dan musyawarah sebagai cara untuk  memecahkan berbagai macam konflik dan perbedaan pendapat.

Dalam  era digital  seperti  saat ini sudah umum masyarakat menggunakan teknologi informasi digital .  Media digital  yang sering disebut sebagai media sosial sedang digemari oleh berbagai lapisan masyarakat. Mereka menggunakan media sosial ini untuk menyampaikan pendapat, informasi bahkan kritik yang  tentunya mempunyai tujuannya masing-masing. Ada yang murni untuk menyampaikan pendapat, informasi tanpa bermaksud untuk menggiring opini publik. Tapi ada juga yang menggunakan media sosial untuk mengadu domba satu kelompok dengan kelompok lainnya dan ada yang tidak segan-segan mengelar berita bohong yang disebut hoak dan  hate speach atau ujaran kebencian pada satu atau kelompok orang.

Media sosial ibarat sebuah pisau tajam  bermata dua. Apabila digunakan untuk hal  yang benar tentu sangat bermanfaat, tapi bila digunakan untuk hal yang buruk tentu sangat merusak. Mengamati berita-berita di  media sosial akhir-akhir ini membuat kita prihatin.  Banyak berita yang mengadu domba antar kelompok masyarakat, berita palsu (hoak) tidak hanya untuk menggiring opini tapi merusak emosi masyarakat. Dalam media sosial  terdapat  hate speach atau ujaran kebencian dengan bahasa yang tidak santun, bahkan  sudah sampai pada tahap  melanggar moral sosial.

Demokrasi memang memberikan  kebebasan untuk mengungkapkan pendapat secara terbuka, namun seharusnya tidak disalahgunakan sehingga  melahirkan konflik sosial. Media digital jelas memberikan kontribusi dalam kehidupan bernegara untuk meneruskan perjuangan  para pendiri bangsa ini.  Tapi kalau salah menggunakannya dapat menjadi bumerang bagi  kerukunan bangsa. Kebencian yang diumbar di media sosial memperlihatkan bahwa si pembenci ini masih buta peradaban. Soal keberagamaan yang dijadikan ujaran kebencian di media sosial menunjukkan mereka buta peradaban dan  bernegara.  Negara kita bukan negara  atheis tapi juga bukan negara agama. Negara kita adalah negara multikultural yang beragama.

Efek lain yang tidak kalah pentingnya dari teknologi digital  adalah mempertebal egoisme yang  membangun sikap tidak peduli  pada proses sosial.  Hidup  dengan  pola  instan seperti sekarang ini, menyebabkan orang tidak menghargai  proses sosial. Akibatnya rasa empati terhadap orang lain berkurang dan jalinan persaudaraan menjadi rapuh karena tiap orang   berfokus pada kepentingannya masing-masing tidak melihat kepentingan  banyak orang.

Menyadari hal ini kita  perlu  memahami secara dalam  sisi manfaat media social.  Media ini dapat dijadikan sebagai alat pendukung demokrasi, dimana masyarakat dapat  memberikan kontribusi secara real bagi kepentingan bersama. Salah satu langkah konkrit adalah menggunakan media sosial untuk penyebaran informasi positif yag diperlukan untuk kepentingan bersama. Media sosial tidak digunakan untuk  menyebarkan berita  hoax yang orang banyak sering tidak memahami bahwa itu berita hoak. Oleh  karena itu berpikir kritis  dalam memahami suatu berita  penting sekali. Jangan  Click and share, padahal itu berita hoak. Disisi lain, diharapkan pula lahirnya   regulasi yang tepat untuk mengatur pemberitaan  di media sosial,  sehingga berita-berita di   media sosial dapat menjadi  alat pemersatu untuk mencapai cita-cita  luhur bangsa.

About mardety mardinsyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*