ANCAMAN ROBOTIK TERHADAP TENAGA KERJA MANUSIA

Oleh :   ALYCIA SUSANTI  (10116312)

School of Enterpreneurship  and Humanities, Academic Year 2017-2018 odd, Universitas Ciputra Surabaya

Dewasa ini kita sedang menghadapi perkembangan teknologi robotik  yang sangat maju dan canggih. Robotik merupakan hasil tenologi canggih di era ini. Kehadiran teknologi robotik   jelas berdampak positif bagi kehidupan manusia. Pengembangan teknologi Robotik memudahkan banyak aspek dalam kehidupan kita. Sisi efisiensi dan efektifitas kerja Robotik  sangat mengkagumkan.  Memanfaatkan teknologi canggih ini  di dunia industri jelas lebih mengefisienkan  waktu kerja  dan  output yang dihasilkan lebih banyak.  Timbul pertanyaan, bagaimana dengan tenaga kerja manusia.

Saat ini Robotik bisa menggantikan manusia untuk pekerjaan di bidang industri  (pabrik-pabrik), di proyek-proyek pembangunan gedung dan jembatan yang membutuhkan alat-alat berat. Ke depan,  bukan tidak  mungkin, teknologi Robotik  mampu menggantikan tenaga manusia untuk semua pekerjaan. Menggunakan teknologi robotik untuk menggantikan tenaga manusia, akan menggeser tenaga manusia.  Tenaga kerja manusia tidak terpakai. Dampaknya, jumlah  pengangguran makin bertambah karena teknologi Robotik  mampu meggantikan  tenaga kerja manusia. Kehidupan manusia  terancam.  Kehadiran teknologi Robotik  mengancam  manusia. Ancaman  teknologi Robotik inilah yang ingin saya sorot dalam tulisan ini.

Munculnya teknologi robotik berdampak pada berkurangnya tenaga kerja manusia dalam sebuah rantai produksi industri. Riset yang dilakukan oleh Citi Group (2016), menemukan bahwa  teknologi robotik berhasil menggeser tenaga kerja manusia di sejumlah negara di Asia. Bahkan tenaga kerja di negara maju seperti Amerika juga rentan tergantikan robot. Ketika Robotik mampu menggantikan semua pekerjaan manusia, tenaga kerja manusia tidak lagi diperlukan. Perusahaan-perusahaan akan  melakukan PHK  pada karyawannya karena  pengadaan teknologi robotik lebih murah  dibandingkan menggaji  karyawan. Perusahaan-perusahaan tidak lagi menggunakan banyak karyawan karena pekerjaan di pabrik-pabrik digantikan oleh Robotik. Sumber daya manusia dalam industri padat teknologi robotik hanya diperlukan sedikit yaitu sebagai  penyedia dan supervisor kinerja mesin robotik, karena efektifitas produksi yang dihasilkan teknologi robotik tetap perlu diperbaiki terus.

Robotik menggeser tenga kerja manusia dapat dilihat pada perusahaan Canon.  Perusahaan Canon memproduksi camera digital dengan menekan kesalahan produksi sampai nol persen, melalui perpaduan manusia dan mesin.Sebelum menggunakan robotik (2003) Canon membutuhkan sekitar 42 pekerja untuk memproduksi 540 kamera. Ketika perusahaan ini menerapkan teknologi robotik (2016) , perusahaan ini  hanya membutuhkan 5 orang tenaga kerja untuk memproduksi 600 kamera.

Ancaman teknologi Robotik terhadap tenaga kerja manusia sangat menakutkan. Sekarang memang belum semua perusahaan mampu mengadaptasi trend mesin Robotik dalam proses produksinya. Penggunaan teknologi robotik hanya dapat dilakukan oleh sektor industri yang  produknya  tidak bervariasi atau model produknya monoton seperti yang telah diproduksi sebelumnya secara terus menerus. Teknologi  robotik  tidak dapat diterapkan  pada perusahaan industri yang varian model produknya  sangat banyak dan tiap produk membutuhkan opsi individual dari setiap produknya. Contohnya, seperti perusahaan Mercedez Benz. Mercedes Benz memiliki masalah dengan Robotik. Mercedes Benz saat ini memiliki varian model yang sangat banyak, dan robot tak mampu lagi menanganinya. Akhirnya jumlah robot dikurangi, dan menggantinya dengan tenaga manusia . Teknologi robotik bagi Mercedes tak bisa lagi mengurus opsi individualisasi dari setiap varian mobil. Tenaga kerja manusia tetap menjadi pilihan terbaik.

Namun, teknologi Robotik dikembangkan  terus menerus dan  akan mengambil alih banyak sekali peran manusia dalam masyarakat. Inilah yang dikhawatirkan banyak pihak. Diperkirakan kebutuhan tenaga kerja akan berkurang  terus menerus karena beberapa pekerjaan akan  terhapus. Manusia telah dikalahkan oleh mesin.  Sekarang ini, penjaga tol sudah digantikan mesin.   Ke depan, mesin pasti akan mengambil alih beberapa pekerjaan dan tugas  manusia.

Sehubungan dengan ancaman Robotik ini, banyak pihak menyerukan agar  pemerintah mengambil langkah-langkah strategis untuk memikirkan bagaimana tenaga kerja manusia akan dialokasikan. Banyak pengangguran akan banyak kejahatan. Ruang publik akan menjadi tidak aman dan semua orang akan merasa terancam oleh kejahatan.

Sebagai penutup tulisan ini saya menyerukan, agar kita generasi muda yang sedang di bangku kuliah, mari mulai menyadari kondisi ini dan mulai  bersiap menghadap revolusi teknologi Robotik yang sedang terjadi. Di saat kita tamat kuliah, beberapa pekerjaan pasti terhapus, tapi beberapa pekerjaan baru pasti muncul. Oleh karena itu, kita harus benar-benar menuntut ilmu dan berhenti  untuk sekedar  mengkagumi dan menggunakan teknologi canggih, tapi harus berpikir untuk menciptakan hal-hal baru.  Mesin hanya alat tunggangan manusia untuk melakukan proses lebih cepat, tapi tidak memiliki motivasi untuk menciptakan kemajuan.

About mardety mardinsyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*