Teknologi internet merubah wajah dunia

Renaisans, revolusi industri,  perang dingin AS – Uni Sovyet, telah melahirkan berbagai peristiwa yang  mengubah wajah dunia. Kini  globalisasi membuka tirai pertunjukan baru untuk masuk ke dunia tanpa batas. Millenium telah mengubah kehidupan global dalam segala bidang. Banyak konsep tentang kehidupan telah berubah. Alat perubah itu salah satunya  adalah perkembangan teknologi internet.

Teknologi Internet  menghapus jarak fisik secara global. Kita hidup dalam dunia tanpa  batas. Globalisasi  merombak kerangka lama hubungan antar manusia dan mengubah pula gravitasi politik dalam negeri negara-negara di dunia. Teknologi internet memberi kita  timbunan informasi. Dalam banjir informasi banyak orang bersikap apatis. Banyak yang  ikut arus saja, sehingga kemampuan berpikir rendah dan berbagai tindakan minus logika.

Dalam era internet, terjadi pergeseran paradigma berpikir dan muncul kontradiksi-kontradiksi di berbagai bidang kehidupan. Di bidang politik, praktek demokrasi sangat  mengesankan. Seperti tidak ada disiplin, semua berteriak  dan saling mengeritik satu sama lain dan saling membenci.  Komunikasi lebih mementingkan kemasan, kemasan adalah segala galanya sekalipun isinya hampa tanpa roh. Padahal hidup yang baik adalah hidup yang rasional, dimana rasio harus memimpin emosi dan hasrat.

Bagaimana sikap etis masyarakat digital?.  Bila di tingkat atas,masyarakat dijangkiti kapitalisme dan narsisme. Semua hal dikapitalisasi, termasuk kekuasaan politik. Di  tingkat bawah berkecamuk radikalisme berbasis suku, ras dan agama. Kebencian, kecemburuan dan kecurigaan berkecamuk dalam masyarakat yang membawa kepada kesesatan berpikir.

Ciloteh di dunia maya  menggunakan bahasa yang amburadul, memporakporandakan kemapanan bahasa  dan membentur benturkan akal sehat. Dunia maya bebas komentar. Komentar itu seperti air, bergoyang, lalu kembali menjadi rata, seolah-olah tidak terjadi apa-apa, pada hal banyak orang yang terluka. Dalam dunia maya muncul budaya click and share . Budaya ini menghilangkan deep thinking  dan kemampuan literasi. Deep thinking menghasilkan perenungan. Perenungann menghasilkan doa, doa menghasilkan cinta, cinta menghasilkan kedamaian.

About mardety mardinsyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*