BERPIKIR KRITIS, KETRAMPILAN YANG PERLU DIKUASAI DALAM ERA DIGITAL

Di era digital ini terjadi  ledakan informasi.   Informasi beragam jenis yang datang dari puluhan ribu web mesin pencari di internet saling berebut pengaruh di ruang publik. Kemajuan teknologi yang pesat menghadirkan media digital dalam berbagai bentuk, seperti facebook, twitter dan lainnya.  Informasi dari berbagai sumber ada yang positif dan ada yang negatif. Bila tidak diikuti kita akan ketinggalan zaman, tidak lengkap, atau tidak kredibel. Untuk dapat memilih informasi yang baik, perlu dilakukan evaluasi terhadap data dan sumber informasi tersebut. “jangan makan mentah-mentah isu di media sosial” demikian himbauan Jokowi Presiden Republik Indonesia, ( Antara News .Com). Memilih dan memilah informasi  memerlukan ketrampilan berpikir kritis. Ya, berpikir kritis merupakan ketrampilan yang diperlukan di era digital ini.

Banjir informasi, itulah yang menandai zaman millenium ini. Dengan adanya internet, hadir berbagai ragam ponsel canggih yang mempercepat tersebar-luas  informasi kesudut-sudut jagad. Perkawinan internet dan ponsel sangat mendukung penyebaran informasi secara luar biasa.  Bila anda memotret suatu yang unik, lalu memberi tag linenya dan  mempostingnya diinternet, maka dalam hitungan menit  akan tersebar di dunia maya.

Media digital menjadi pilihan banyak orang untuk berkomunikasi, karena para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi  dan berbagi informasi. Media digital sangat mendukung interaksi sosial. Dengan menggunakan teknologi informasi berbasis internet  komunikasi satu arah dapat berubah menjadi  dialog interaktif.  Jejaring sosial yaitu situs dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi, dapat berhubungan dengan siapa saja untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Bila media tradisional yang menggunakan media cetak dan media broadcast, jangkauan nya terbatas, media sosial berbasis internet dapat  mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi, memberi kontribusi ide secara terbuka, memberi komentar dan lainnya dalam waktu yang cepat dan tidak terbatas. Media digital menghadapkan kita pada banyak pilihan-pilihan informasi yang membutuhkan kemampuan berpikir.

Kita harus memilih dan memilah informasi, karena informasi itu tidak semua benar, tapi ada yang negatif yang memiliki daya rusak bagi kehidupan masyarakat. Media sosial sebagai ruang publik adalah ruang terbuka tempat aneka ide, kepentingan dan  keyakinan bertemu. Ada yang menggunakan ruang publik ini untuk kepentingan politik dan ekonomi, ada yang membawa-bawa hal pribadi  dan ada yang  katanya   dakwah tapi isinya fitnah. Oleh karena itu, berpikir kritis merupakan ketrampilan yang perlu dikuasai di era digital ini, terutama bagi siswa, mahasiswa yang bergelut terus dengan gedget sepanjang hari.

Berpikir kritis dapat dikembangkan melalui proses pembelajaran. Pembelajaran mengembangkan kemampuan kognitif akan mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Keterampilan berpikir kritis penting dikuasai oleh masyarakat digital . Informasi yang beragam, baik sumber maupun esensinya Kita dituntut  memiliki kemampuan memilih dan memilah informasi yang baik dan benar sehingga dapat memperkaya khazanah pemikirannya. Disamping itu, dengan memiliki keterampilan berpikir kritis kita mampu  memecahkan masalah yang dihadapi. Berpikir kritis adalah kunci menuju berkembangnya kreativitas.  Dengan menggunakan pikiran kritis, berbagai informasi yang diserap atau berbagai permasalahan  yang dihadapi akan melahirkan kreativitas.

Dewasa ini,banyak profesi menuntut kemampuan keterampilan berpikir kritis, misalnya pengacara, politisi, guru dan lainnya. Berpikir kritis adalah kunci keberhasilan dalam menjalankan kehidupan, karena setiap saat manusia selalu dihadapkan pada pengambilan keputusan.

About mardety mardinsyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*