Diving open water

yuli diving

               Oleh : Yuli Deviani R

Liburan semester di awal tahun  2014 yang lalu, aku  mengikuti kegiatan menyelam atau diving open water di laut Jawa,  tepatnya di laut sekitar  pulau Putri yang  masih masuk dalam kawasan Pulau Seribu, kabupaten Pulau Seribu Provinsi DKI Jakarta.  Ini   pengalaman pertama ku melakukan kegiatan   scuba diving. Kegiatan ini merupakan ujian untuk mengambil sertifikasi diving open water yang merupakan semacam  Surat izin mengemudi (SIM ) bila kita ingin   mengemudi kendaraan bermotor. Sertifikasi diving ini diberikan bila kita ingin menyelam di laut atau diving open water.

 Diving open water terdiri dari  2  bagian yaitu: skin diving dan scuba diving. Skin diving disebut juga snorkeling dilakukan di permukaan air, tidak menyelam sampai ke dalam air.  Skin diving dilakukan tanpa bantuan alat pernapasan seperti tabung udara dan regulator. Selain itu untuk melakukan skin diving tidak diperlukan keahlian ataupun sertifikasi khusus. Skin diving membutuhkan 3 alat dasar yaitu,  fin atau kaki katak, masker berupa kaca mata seperti gogel yang menutupi mata dan hidung serta snorkel, yaitu  pipa udara untuk bernapas di dalam air.

Beda halnya dengan skin diving, pada scuba diving kita benar-benar menyelam. Orang  yang melakukan scuba diving disebut penyelam (diver). Untuk  menyelami kedalaman laut, penyelam scuba diharuskan untuk memakai alat bantu terutama alat bantu pernapasan. Alat bantu pernapasan terdiri dari snorkel, tabung udara, dan regulator.  Regulator digunakan di dalam air untuk mengambil udara dari tabung. Melalui regulator inilah penyelam dapat bernafas dan mengambil udara yang dialirkan dari tabung melalui snorkel.

 Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan scuba diving seperti tekanan udara, pernafasan dan keseimbangan tubuh. Selain mengatur pernafasan, dalam scuba diving penyelam perlu menjaga  keseimbangan tubuhnya. Dalam air  kita  sulit bergerak  dibandingkan dengan di udara. Hal ini disebabkan oleh kerapatan air yang berkali-kali lipat dibandingkan dengan udara. Kemampuan penyelam dalam mengatur keseimbangan tubuh ini, disebut dengan mengatur buoyancy. Dalam fisika buoyancy berarti gaya tekan air ke atas. Sering kali kita menemukan bahwa benda-benda menjadi lebih ringan di dalam air. Hal itu merupakan efek dari keberadaan gaya tekan air ke atas yang melawan gravitasi. Pengaturan buoyancy dilakukan dengan bantuan alat bernama buoyancy control device (BCD). Buoyancy diatur dengan cara menggembungkan dan mengempiskan BCD. Selain itu untuk mengatur buoyancy penyelam dilengkapi juga dengan penambah beban. Penambah beban ini berfungsi untuk membuat penyelam lebih “tenggelam” karena tubuh manusia cenderung mengapung di dalam laut.

 Pengalaman menyelam di laut Pulau Putri ini merupakan pengalaman yang sangat mengesankan bagiku. Walaupun aku sering melakukan  latihan menggunakan alat scuba  di kolam renang namun, pada awalnya  tetap saja sulit untuk menyesuaikan keseimbangan tubuh di air laut,  karena air laut membuat tubuh cenderung lebih terapung. Untungnya suhu air laut di Pulau Putri saat itu tidak terlalu dingin ( 29 C), sehingga aku tidak perlu  memakai wetsuit.  yuu

Ketika menyelam di laut  Pulau Putri ini, aku tidak bisa  melihat terumbu karang,  mungkin saat itu air laut  kurang jernih dan  cuaca tidak cerah, cenderung  hujan sehingga  tingkat visibilitasnya hanya sekitar  5m.  Tapi aku tidak kecewa, karena aku menemukan ikan-ikan  yang sangat  banyak, berwarna warni dan lucu lucu. Aku merasa  berada dalam sebuah akuarium raksasa, berenang bersama ikan-ikan hias yang corak dan bentuknya begitu indah. Ada nemo yang seukuran telapak tangan dan ikan-ikan kecil  yang lebih kecil dari ibu jari tangan.  Oh ya, ada penyu,   aku memegang penyu.  Karena ingin memegang penyu, kakiku sampai tersengat ubur-ubur. Disamping ikan berwarna warni, banyak sekali binatang laut yang  aneh-aneh,  ada binatang  yang mirip seperti balon dan  ada juga yang mirip kabel.

 Kegiatan diving ini sangatlah menyenangkan dan  membuka mata dan hati  pada keagungan Allah SWT,  yang telah menciptakan alam dan seisinya. Ternyata laut menyimpan banyak rahasia, banyak isi dan banyak potensinya.  Seharusnya bangsa  Indonesia menyadari  potensi laut, karena  Indonesia Negara  kepulauan dimana  dua pertiga dari wilayah Indonesia adalah laut.  Dan untuk scuba diving, Indonesia memiliki salah satu diving spot terbaik di dunia. Sayang sekali bila potensi ini terkubur begitu saja.

Mari kita ke laut!.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*