Manusia dan Virus

Oleh: Yuli Deviani

 

      oma 089Siapapun tahu bahwa manusia dan virus  sangat berbeda. Manusia  makhluk tingkat tinggi dalam system taksonomi biologi, memiliki  tulang punggung, sehingga dikelompokan pada filum vertebarata dan memiliki kelenjar mamae sehingga masuk pada kelompok  subfilum mamalia.

Bila manusia  dibandingkan dengan virus, tentulah virus tidak ada apa apanya. Virus bahkan masih diperdebatkan apakah ia tergolong sebagai makhluk hidup atau bukan. Disebut makhluk hidup karena ia mampu mereplikasikan dirinya menjadi banyak,hal ini merupakan salah satu dari ciri makhluk hidup yaitu reproduksi. Sedangkan disebut bukan makhluk  hidup karena ia tidak memiliki organel sel seperti makhluk hidup lainnya. Virus  hanya bisa hidup pada sel inang yang hidup,  bila sel yang ia tinggali mati  ia akan mati.

Walaupun manusia dan virus sangat berbeda , tetapi ada kesamaan keduanya dalam hal  sifat dan perilaku  kehidupannya, yaitu keduanya, sama-sama  membutuhkan  sel inang sebagai tumpangan hidupnya. Manusia di awal hidupnya, ketika dalam kandungan, hidupnya bagai virus  tak bisa hidup tanpa inangnya. Jabang bayi dalam kandungan   menempeli tubuh ibunya  setiap saat, ikut menyerap makanan yang sang ibu makan , dan juga tidak lupa membuang kotoran lewat saluran sang ibu.  Setelah lahir pun ia butuh ibu untuk menyusui, mengurusi, dan mengasihinya.

Setelah  dewasa, manusia masih membutuhkan sel inang tempat ia hidup yaitu bumi atau jagat raya.  Dari perkembangan kehidupan manusia dapat dibaca bahwa manusia hidup bagai virus menempeli jagat raya ini. Pada awalnya, seperti jabang bayi dalam kandungan ibu, manusia nomaden dalam kandungan bumi,  memilih tempat yang nyaman, sehingga selalu berpindah-pindah tempat. Mereka memilih tempat yang nyaman untuk ditinggali, untuk mendukung kelangsungan hidup mereka, dimana air bersih tersedia, buah buah segar langsung dari pohonnya,  dan memburu hewan hewan untuk dimakan. Perkembangan manusia pada tahap awal ini ( nomaden) disebut sebagai masyarakat pemburu.

Ketika manusia bertambah banyak, makanan yang tersedia sudah tidak mencukupi,manusia mulai mengolah alam (bercocok tanam ), menguasai inang tempat ia hidup. Ketika manusia mulai bercocok tanam lahan lahan baru dibuka dengan cara menebang hutan. Manusia makin membutuhkan banyak makanan, lahan lahan baru terus dibuka dan begitu selanjutnya.  Pada tahap ini bumi manusia disebut sebagai masyarakat pertanian.

 Makanan yang dihasilkan harus  berlipat ganda  dan kebutuhan hidup manusia  makin meningkat, manusia menciptakan mesin, lalu mendirikan pabrik-pabrik, merekayasa genetic dan kimia biologis. Lahir produk berupa makanan, minuman ,obat, kosmetika  yang berasal dari  produk kimia biologis dan rekayasa genetic  yang pada akhirnya   mencemari bumi, merusak inang tempat manusia hidup. Manusia perusak inang tempat ia hidup ini disebut sebagai  masyarakat Industri.

Parilaku masyarakat industry sama  dengan virus. Virus yang menempel pada sel inang agar ia hidup,  mengandakan diri dengan  cepat,   menguasai sel inangnya dan merusak sel-sel inang itu sehingga menjadi sakit.  Sama halnya dengan virus, manusia  ingin  bertahan hidup dan tidak  hanya sekedar mendapatkan apa yang mereka butuhkan, mereka meminta lebih, Wants mengalahkan needs, maka manusia  terus menggerogoti bumi dan  bumi menjadi sakit.

Manusia merusak bumi tempat ia hidup karena manusia ditumpangi oleh virus ketamakan.  Seperti disebutkan bahwa virus  hanya bisa hidup pada sel inang yang hidup, maka virus ketamakan  menjadikan manusia yang tamak  sebagai inang tempat ia hidup. Seperti dikatakan bahwa sifat virus   menguasai inang tempat ia hidup maka virus ketamakan menguasai manusia.  Bila tadinya  manusia hanya  ingin  membuka sepetak lahan untuk makan diri sendiri dan keluarga, kini mereka membuka lahan berhektar hektar untuk ditanami kelapa sawit. Bila  tadinya manusia  hanya menangkap ikan dengan jala kecil, kini manusia menggunakan pukat harimau untuk memperkaya diri.

Virus  memiliki kemampuan adaptasi yang hebat dan mampu melakukan mutan, seperti virus virus yang  resistant terhadap antibiotic karena penggunaan antibiotic yang salah.  Manusia dengan  akalnya tidak hanya menjarah inangnya, tapi juga mengeksploitasinya. Hama hama pada tanaman yang merugikan panen dimatikan dengan beragam pestisida, tanah tanah yang sudah tidak subur, dipaksa subur menggunakan pupuk kimia. Manusia bagaikan  virus yang kebal.

Ketika ketamakan manusia digabung dengan  sifat egois dan picik,maka alam terus dijarah dan dieksploitasi demi memperkaya diri . Berbagai kejahatan dan tindak illegal merajalela seperti  illegal logging dan kejahatan lainnya.

Bila virus ketamakannya terus dipelihara,  manusia akan menghancurkan dirinya sendiri karena bila  bumi ini rusak manusia mau  hidup dimana. Memang manusia sebagai makluk berpikir tidak kehabisan akal, ruang angkasa  coba dijelajahi. Mendaratlah Amstrong di planit bulan pada tahun 1969 dan diikuti oleh misi-misi berikutnya. Tapi apa yang diperoleh  ? Bulan tidak ada isi (hanya debu) dan disana tidak ada kehidupan. Kemana manusia mau pergi ? 

 

Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. Seberat apapun hari mu tetap hadirkan goresan mu dengan, penuh cita aku selalu menunggu.

    Sukses slalu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*