Berlibur ke Bali ( by Famela)

Setelah sholat Idul Fitri lebaran yang lalu, kami sekeluarga berlibur ke Bali. Perjalanan dari Jakarta menuju Bali kami tempuh melalui jalan darat. Dari jakarta menuju Surabaya, melalui jalur pantura, dengan berkendara mobil Ertiga. Mama dan Papa bergantian menyetir mobil, sehingga kami dapat menempuh perjalanan nonstop tanpa berhenti.

Jakarta –  Surabaya ditempuh dalam waktu 20 jam. Sampai di Surabaya, kami mampir di rumah Om Abi & tante Putri dan menginap satu malam disana. Esok paginya  kami langsung “cap cus” menuju Bali. Perjalanan dari Surabaya menuju Bali naik Kapal Ferry melalui pelabuhan Ketapang untuk menyeberangi Selat Bali. Di  pelabuhan Ketapang, mobil kami masuk kedalam perut Kapal Ferry, berderetan dengan mobil-mobil lainnya, sedan, minibus, truck dan Bus serta segerombolan motor.

 Jarak pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk dilalui selama 1 jam. Kami mendarat di tanah Bali tepat pada pukul 8 malam. Selanjutnya perjalanan diteruskan menuju Denpasar. Mobil kami diisi 9 orang, yang terdiri dari kami sekeluarga, Om Abi, tante Putri, Opa Yanto dan Oma Lilis. Dalam perjalanan menuju Denpasar, mama  menghubungi hostel tempat kami akan menginap yang dimiliki Pak Made.

 Kami sampai di hostel milik Pak Made pada jam 23.30 malam. Syukur mama sudah membooking hostel tersebut melalui telepon, sehingga begitu sampai disana, Pak Made sudah mempersiapkan 2 Hostel untuk kami tempati. Malam itu kami semua tidur nyenyak, karena kelelahan menempuh perjalanan yang panjang.

 Esoknya, pagi pagi sekali kami menuju pantai untuk menyambut matahari  terbit, yaitu dipantai Sanur. Siang harinya, tempat  yang menjadi sasaran kami  adalah Tanah Lot. Di Tanbuleah Lot ini aku mendapat pengalaman yang luar biasa. Selain pemandangan yang  indah, aku memegang ular suci yang menurut orang Bali merupakan perwujudan dari dewi Sri. Selanjutnya aku  mencuci muka disumur air suci dan memasuki wilayah tempat sembahyang bagi orang Bali. Aku berfoto dengan turis dari manca negara (orang bule). Perjalanan dilanjutkan menuju pantai Kuta untuk menyaksikan matahari tenggelam.

 Wisata belanja tentu saja tidak ketinggalan. Mama tak lupa mampir ke pasar Sukowati. Disana mama memborong oleh-oleh, mulai dari kaos, pernak-pernik Bali serta oleh- oleh khas Bali lainnya. Tapi ada satu yang tidak ada yaitu gamelan kecil. Saat di Tanah Lot aku melihat anak kecil yang membawa gamelan tersebut. Mama masuk toko, keluar toko untuk  mencari gamelan itu, tetapi tidak  ketemu juga. Kami  cari  ke pusat oleh-oleh “Krisna” yang merupakan pusat oleh-oleh terbesar di pulau Bali, namun gamelan kecil itu tidak ada.  Walaupun begitu, liburan ke Bali tahun ini sangat menyenangkan, mungkin untuk memperoleh  gamelan kecil itu bisa menjadi alasan untuk kembali berlibur ke Bali.

 Di pusat oleh- oleh “Krisna”, aku membeli kipas Bali yang bagus sekali. Kipas itu beradatbaliwarna  warni bermotifkan batik.  Sebelum pulang ke Jakarta, tentu saja tidak dilewatkan untuk  berfoto ria dengan menggunakan pakaian adat Bali. Aku, Fawnia dan tante Putri berpose ria dengan pakaian Bali di studio foto yang menyewakan pakaian adat Bali.

 Berlibur ke Bali sangat menyenangkan, baik untuk dikenang dan diceritakan kepada kawan-kawan di sekolah. Ketika aku menceritakan pengalamanku berlibur ke Bali, semua kawanku mendengar dengan cermat setiap detail ceritaku, Mereka semua ingin berlibur ke Bali.

Enam hari  yang menyenangkan di pulau dewata, menggembirakan sekali. Aku ingin kembali berlibur ke Bali . Oh, I  love  Bali,  tempat berlibur  yang menyenangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*