Epistemologi Fundasional

Epitesmologi Fundasional adalah judul sebuah buku filsafat yang ditulis oleh DR. Akhyar Yusuf Lubis, diterbitkan oleh Penerbit Academia tahun 2009. Buku ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan perkulihan filsafat Ilmu pengetahuan dan Metodologi  pada program S1  dan sebagai materi dasar pada program S2 dan S3. Buku ini berintikan isu-isu teori ilmu pengetahuan, Filsafat ilmu pengetahuan dan Metodologi. Dalam buku ini ditemukan pengkategorian   metodologi ilmu pengetahuan :   Metodologi Fundasional dan Anti Fundasional.

Istilah Epistemologi Fundasional  dilangsir oleh  Richard Rorty, seorang filsuf Amerika aliran  Neo Pragmatisme.Dia  melakukan kritik terhadap  epistemologi  logika  dan metodologi ilmu pengetahuan sejak dari Plato hingga positivisme ilmiah.

Rorty  membagi   metodologi ilmu pengetahuan atas 2  kategori yaitu

1. Metodologi Fundasional   yang terdiri dari  :

Metodologi rasionalisme

Empirisisme

kritisisme kant

Positivisme ilmiah

2. Metodologi Anti Fundasional  yang terdiri dari  :

Post Positivisme

Teori kritis

Posmodernisme

Sekarang ini, kajian Ilmu Pengetahuan Budaya  harus menggunakan metodologi Anti Fundasional , karena lebih sesuai dengan perkembangan sosial budaya.

Ilmu pengetahuan dapat dikelompokan atas :

Kelompok Ilmu Pengetahuan Alam ( naturwissensachten)

Bersifat eklaeren,nomotetis dan merupakan hard-science.

Kelompok Ilmu Pengetahuan Sosial, humaniora, budaya ( giesteswissenchaften)

Bersifat verstehen,interpretative  dan merupakan soft- science

Kedua kelompok ilmu pengetahuan ini memiliki varian metodologi yg beragam.

Sejarah Filsafat Ilmu

1. Zaman yunani ( sokrates, plato,aristoteles,)

2. Masa renaisance

3. Pencerahan

4. Rasionalisme,empirisisme moderen

5. Positivisme logis

Filsafat positivisme

Pemikiran awal dari Positivisme digagas oleh Agust compte (1798-1857), yang berangkat dari   pertanyaan  : bagaimana mengenal realitas, apa itu manusia, apa itu masyarakat dan bagaimana hidup bersama. Berangkat dari kesadaran bahwa ilmu pengetahuan tidak mungkin didasarkan pada rasionalitas  spekulatif seperti pada zaman Klasik , tapi harus diletakkan pada  fundasi yg dapat dipertanggung- jawabkan secara metodologis, muncul pemikiran positisme.  Compte beranggapan bahwa positivisme merupakan tahap  ilmiah yg merupakan puncak pemikiran manusia.

Prinsip positivisme adalah :  Verifikasi, Unified Science, Siklus empiris dan sumber pengetahuan adalah fenomena yang dapat diamati. Menurut Compte, ilmu pengetahuan  dan nilai kemanusiaan  perlu untuk mengembangkan masyarakat dan kebudayaan. Compte menolak klaim-klaim  metafisik dari ilmu pengetahuan.  Dengan dipengaruhi oleh empirisisme,bahwa sumber pengetahuan itu adalah fakta yg dapat diamati, positivisme Compte  hanya menerima yang positivis yaitu fakta yang terlepas dari kesadaran individu. Fakta positivis yang diolah melalui metode ilmu alam dijadikan fondasi pengetahuan yang valid.  Filsafat sosial yang berkembang sejak dari Plato ,Aristoteles dan lainnya, dianggapnya  sebagai  pemikiran yang bersifat normatif dan spekulatif, tidak  memenuhi syarat ilmiah.   Compte telah merintis pemikiran yang menempatkan ilmu hanya menginventarisasi fakta-fakta bukan bergelut dengan pemikiran transendental.

Bagi compte, manusia dan masyarakat sama dengan alam yang memiliki hukum hukum yg pasti. Bapak sosiologi ini berpandangan bahwa sosiologi harus menggunakan metode ilmu  Alam. Compte berdiri di garis depan mendirikan sosiologi atas metode empiris  dengan mencontoh metode metode ilmu alam. Dengan prinsip empiris maka ilmu masyarakat harus dapat menjelaskan perkembangan kehidupan manusia dan memprediksi masa depannya. Compte dipengaruhi oleh naturalisme, manusia dianggap sama dengan alam.Tujuan Positivisme adalah agar ilmu pengetahuan  memiliki  fundasi yg kuat.

Dasar ajaran positivisme:

1. Ada hukum alam

2. Adanya benda alam tidak dapat diketahui.

3. Pernyataan yang tidak ada faktanya adalah nonsense

4. Hanya hubungan  antar fakta saja yang dapat diketahui

Menurut Compte untuk  mengembangkan pengetahuan perlu metode empiris eksperimental, karena pengetahuan manusia terbatas.Prosedur penelitan empiris eksperimental  adalah:

1.observasi

2. Ekspetimen

3.komparative

Teori  Compte yaitu  pengembalian teori sosial pada satu prinsip dasar, dikenal sebagai Grand Theory. Compte dikenal dengan  metode dan nilai nilai ilmiah. Pemikiran ini  berjaya hingga tahun 1983. Bagi Compte, indrawi dan akal budi berkembang secara universal dan perkembangan akal budi sejajar dengan perkembangan kebudayaan. Dia membagi 3 tahap perkembangan kebudayaan yaitu:

1.Ficticious knowledge,

2.Metafisica

3. Sciencetific

Tahun 1847, Compte merubah aliran pemikirannya,dia mendekati aliran mesianisme dan mengemukakan agama  kemanusiaan.  Compte menemukan gagasan agama humanitas.,yaitu agama yang memuja nilai nilai kemanusiaan.Ide Compte tentang tatanan yang universal dan kemanusiaan sebagai  etre supreme sesungguhnya bersifat kontroversial dan metafisik. Universalitas berarti menghilangkan keunikan manusia dan  menghapus watak opresif dari sosiologi Marcus.

Pemikiran Compte dapat ditelusuri dari bukunya :Plan of the seinctific works  necessary for the recognization of society. Buku ini ditulisnya bersama Saint Simon  dan  berisi dasar dasar filsafat positivisme. Compte dipandang sebagai  Bapak Sosilogi.Agust Compte  menerbitkan buku (6 jilid)  dengan judul Course in positive philosphy. Kemudian dia menulis system the politique positive dan  cathesisme politique. Buku ini merupakan proyek intelektual yang sangat luas, sejajar dengan  buku descartes,montesque dan Condorcet, yaitu sama-sama  mencari sintesa dan kepastian.

Positivisme sosial : Compte, Jeremy Bentham, J.S. Mill

Positivisme evolusioner : Darwin,Spencer,  Charles lyell

Psikologi behaviour : Wund, skinner dan Pavlov

 FILSAFAT  POSITIVISME LOGIS

Positivisme logis  dikembangkan oleh kaum neopositivisme,  tujuannya memberi fundasi  bagi kepastian filsafat dengan derajat yang sama dengan ilmu pasti dengan metode matematik dan eksperimen. Positivisme kritis seperti Ernst Mach dan Richard Avenarius mempengaruhi positivisme logis.  Positivisme Logis diletakkan dasarnya oleh A.J. Ayer  tokoh Wiener Kries (Lingkaran Wina).

Wienar Kreis adalah kelompok ilmuan yang beraliran empirisme  dan positivisme logis. Lahir tahun  1923 dan sekitar tahun 1930 kelompok ini terpaksa meninggalkan kota Wina dan menyebar keseluruh dunia. Menurut Positivisme logis, yang disebut ilmu pengetahuan adalah fakta yang dapat diverifikasi dan dianalisa.  Dalam pemikiran Positivisme logis Ilmu pengetahuan bersumber dari pengetahuan empiris, bersifat kuantitatif. Menurut Positivisme logie hanya ada satu metode  ( metode Ilmu Alam),satu paradigma dan pernyataan yang logis dan matematis.   Kemudian  lingkaran Wina  menjadi sangat berpengaruh, pandangan  lingkaran Wina dipandang baku hingga  tahun  1960.

Dalam positivisme logis, logika dimengerti tidak hanya sebagai  logika induktif dan deduktif saja, tetapi diperluas dengan  logika  bahasa. Logika bahasa digunakan untuk membersihkan  pernyataan ilmiah. Pernyataan teologi dan metafisika dianggap pernyataan tidak bermakna.

FILSAFAT  ANALITIS

Logika bahasa ini dikenal sebagai filsafat analitis. Ciri khas aliran filsfat  analitis adalah kebenciannya terhadap  metafisika dan upaya memperjelas penggunaan bahasa  melalui analisis bahasa sebagai  atomisme  logis. Pernyataan ilmiah hanya  berupa atom- atom  logis yang langsung dapat menunjukkan objek.Tokoh filsafat analitis adalah Wittgenstein yang  mengatakan bahwa realitas dapat diselidiki lewat bahasa.

KRITIK TERHADAP POSITIVISME LOGIS

Pandangan positivisme logis yang hanya ada satu realitas, satu metode dan satu paradigma, akibatnya  terjadi reduksi terhadap  realitas dan terjadi pengabaian  terhadap dimensi-dimensi lainnya.Muncul pertanyaan: bagaimana dengan sejarah, sejarah tidak dapat diulang. Bagaimana dengan sastra, yang merupakan campuran imaginasi dan fakta.

Critical theory  dari mazhab Frankfurt melakukan kritik terhadap Positivisme logis.Cara pandangnya berbeda dan berlawanan.dan landasan berpikirnya juga berbeda.   Positivisme Logis  dipengaruhi oleh Fisika newton, sedangkan  Critical  theory    dipengaruhi  oleh Fisika Einstein dan Fisika Quantum  (Bohr,Erwin Schrodinger). Teori relativitas Einstein telah melahirkan cara pandang  baru   terhadap    dunia. Terjadi perubahan konsep ruang dan waktu . Ruang dan waktu menjadi fleksible   dan variable. Konsep ini  menggantikan konsep ruang   dan  waktu Fisika Newton.  Dalam Fisika  Quantum   ada  prinsip   ketidakpastian ( Heisen berg). Dengan adanya ketidakpastian, kekuatan prediksi menjadi hilang.

Wittgeinstein kemudian juga   menolak positivisme   logis. Dia menolak penggunaan bahasa   ilmiah   yang   seragam. Bahasa ilmiah   seperti   bahasa sehari hari banyak ragamnya. Wittgeinstein menerima keragaman penggunaan  dan aturan penggunaan  bahasa. Ada permainan bahasa dari bahasa yang beragam. Tiap bahasa memiliki langgamnya sendiri. Bahasa   religius, memiliki makna  informatif, moral, simbolik, eksistensial   dan  emotif. Dengan perubahan pemikiran ini, maka dikenal pemikiran  Wittgeinstein terbagi dua yaitu Wittgeinstein I  dan Wittgeinstein II .

Menurut Mach pengetahuan adalah hasil konstruksi manusia. Seperti pohon, pohon  adalah konsep. Pohon sebagai objek tidak ada. Yang ada adalah  elemen elemen seperti  warna, volume, berat, yaitu sesuatu yang dapat  dialami indera.

 POSPOSITIVISME

Positivisme dikritik oleh :

Pos  positivisme

Critical theory

Postrukturalisme

Posmodern

Pada tahun 1970 an terjadi pluralisme paradigma ilmu Pengetahuan sosial, humaniora. Perkembangan ini dipicu oleh perkembangan Fisika Einstein dan Fisika Quantum  yang menolak asumsi positivisme ilmiah.

Critical theory dan posmoderen  telah mempengaruhi kajian sosial budaya .  Berkembangnya Cultural studies, Multukulturalisme, Teory Poskolonial dan Kajian Perempuan. Di bidang hukum berkembang mazhab Critical Legal Studies yang menekankan  liberalisme dan pluralisme.Dibidang psikologi berkembang psikologi kritis dan  di bidang sosiologi berkembang teori sosial radikal. Juga  berkembang teori sosial posmoderen, politik posmoderen, psikologi posmoderen dan mazhab hukum posmoderen.

Tokoh – tokoh Pos Positivisme:  K. Popper,Thomas Khun,Feyerabend,Polanyi.

Tokoh – tokoh  Critical Theory  : Adorno,Max Horkheimer, Erich Fromm dan Habermas

Tokoh  – Posstruktural/Posmoderen: Lacan, Lyotard,Derrida,Foucault, Jean Baudrillard,Deleuz dan Felix Guattary.

Post Positivisme, Critical Theori dan Posmoderen memberi  wawasan baru  di bidang epistemology yaitu epistemologi    Anti Fundasional  yang sedang berkembang dewasa ini.

Subscribe to Comments RSS Feed in this post

2 Responses

  1. kajian lengkap yg sederhana dan kesimpulan mohon untuk di emailkan

  2. Mas dimana saya dapat buku Pa Akhyar Yusuf Lubis “Epistemologi Fundasional”???? kok nyari dibeberapa tempat ga ada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*