awas….. Indonesia memasuki kondisi depresi sosial yang akut

Terpidana pembunuhan yaitu  Ruyati binti Satubi, TKI yang bekerja di luar negeri,  asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dieksekusi mati di Arab Saudi tanpa pemberitahuan  kepada Pemerintah Indonesia.  Peristiwa ini sangat memilukan hati dan peristiwa ini telah  melahirkan berbagai keprihatinan dari  masyarakat luas, sehingga DPR mendesak Pemerintah untuk melakukan   moratorium atau penghentian sementara penempatan TKI di Arab Saudi, dan  morotarium ini  telah menjadi satu dari lima Rekomendasi  Keputusan Rapat Paripurna DPR RI.

Setelah  Ruyati  dieksekusi mati, baru muncul kesadaran akan harga  diri bangsa,baru disadari bahwa  TKI  terutama Pekerja Rumah Tangga dikirim bekerja ke Arab Saudi tanpa ada  nota kesepahaman (MOU) perlindungan antara kedua negara,  sehingga Arab Saudi  tidak memiliki  mekanisme perlindungan hukum  dan perjanjian dengan Indonesia. Padahal Ruyati bukan TKI yang pertama kali dihukum mati di Arab Saudi,  dulu pada 18 Juni tahun  2000 juga pernah dieksekusi mati Warni binti Samiran tanpa memberi tahu Kedutaan Besar RI dan keluarga korban.  Dari data kementrian luar negeri, sepanjang tahun 1999 – 2011 ada 303 TKI  di luar negeri yang terancam hukuman mati dan sebanyak 216 TKI di antara nya masih disidang.

Arab Saudi menjadi negara tujuan utama sejak lama oleh sebagian  besar TKI terutama yang  menjadi pekerja rumah tangga. Sedikitnya ada  1,5 juta orang bekerja di Arab Saudi, sekalipun antara kedua negara belum memiliki nota kesepakatan(MoU).Apakah ini merupakan satu kelalaian dari negara dalam memberi perlindungan kepada warganya ? .

Pembukaan UUD 1945 menggariskan bahwa tujuan negara adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Sebagai tanggungjawab negara untuk melindungi warganya, maka untuk TKI dikeluarkan UU.Nomor 13 tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan . Khusus untuk tenaga kerja yang bekerja di luar negeri telah disusun pula UU.Nomor 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan  TKI  di luar negeri. Sesungguhnya, dari  aspek legislasi, pengaturan  ketenagakerjaan telah banyak diterbitkan, tetapi pelaksanaan di lapangan masih banyak penyimpangan. Apakah ini kelalaian pemerintah  dalam  melaksanakan undang-undang ?.

Menemukan jawaban dari pertanyaan di atas, terpaksa kita menoleh pada permasalahan-permasalah yang sedang dihadapi bangsa ini. Bangsa ini sedang dililit oleh berbagai persoalan : korupsi merajalela, Mafia tumbuh di hampir semua lini kehidupan, Keamanan rakyat tidak terjamin, Sumber daya ekonomi dikuasai asing,  dan elite politik bertengkar terus-menerus. Akibat semuanya itu , rakyat makin miskin dan menderita.Karena menderita kemiskinan yang menakutkan, banyak TKI mencari penghidupan ke luar negeri sekalipun tahu resikonya.

depression

depression

Bercerita tentang kemiskinan yang diderita rakyat saat ini, menarik apa yang disampaikan Effendi Gazali Koordinator Program Master Komunikasi UI dalam suatu kesempatan bahwa :

–          Kelompok yang sangat miskin  banyak berkurang

(karena banyak yang meninggal: kurang gizi dan  penyakit)

–           Kelompok yang miskin juga berkurang ( meninggal karena sakit)

–          Kelompok yang hampir miskin bertambah jumlahnya ( karena pengangguran dan tidak ada akses pada  sumber daya ekonomi).

Memahami kondisi  dan permasalahan yang menimpa bangsa ini , pantas banyak yang berteriak, hanya bisa menggunakan rongga suara untuk berteriak  bahwa kondisi ini dapat melahirkan depresi sosial.

Subscribe to Comments RSS Feed in this post

2 Responses

  1. memang sangat menyedihkan Negara tercinta ini.

Pingbacks/Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*