UANG SELALU BENAR DAN TIDAK PUNYA MATA. HUTANG UANG DAPAT DIBAYAR NYAWA .

Dewasa ini peranan  uang dalam hidup manusia telah mengalami perubahan dashat, yaitu perubahan telah  terjadi ditingkat  nilai.  Ekonomi uang mereduksi  nilai-nilai kemanusiaan, aspek-aspek kehidupan sosial dapat dijual dan direduksi menjadi uang. Uang tidak lagi menjadi sekedar alat tukar, tetapi telah menjadi tujuan.  Ketika uang telah menjadi tujuan timbul dampak negatif terhadap individu dan masyarakat.

Dulu uang hanyalah sekedar alat tukar yang membantu manusia dalam beraktivitas, tetapi sekarang ini uang telah menjadi dominan dalam kehidupan manusia. Uang merupakan basis perkembangan pasar, ekonomi dan perkembangan masyarakat. Bila dulu dunia yang membuat uang beredar, sekarang ini roda dunia dan roda kehidupan manusia nyaris tidak akan  berputar tanpa  uang. Perputaran roda ekonomi dengan segala macam aspeknya telah direduksi menjadi perputaran uang.

Ketika uang  menjadi panglima   dalam kehidupan manusia , maka muncul budaya berhutang dan  badan-badan yang setiap saat menawarkan jasa pinjaman uang dengan cara yang  semudah-mudahnya.  Kartu Kredit dijadikan sumber hutang yang  mudah diperoleh tanpa agunan dan  Bank-Bank  penerbit  Kartu Kredit  sangat gencar  menawarkan Kartu Kredit kepada calon cardholder  tanpa  memperhatikan kemampuan bayar kreditornya, sehingga banyak dari mereka yang terjebak dalam hutang. Kartu Kredit telah   melahirkan budaya hutang .

hutangMeneliti masalah hutang –berhutang  dinegeri ini, sesungguhnya seperti hal nya korupsi hutang- berhutang sudah menjadi budaya di negeri ini. Coba simak,  Negara punya hutang,   perusahaan besar punya hutang, pedagang kecil punya hutang . Simak pula  pula lembaga-lembaga pemberi hutang di negeri ini , ada rumah gadai, Bank-Bank swasta dan negara sampai kepada Bank Perumahan Rakyat (BPR) semua menawarkan hutang.

Dalam budaya berhutang ini orang memanjakan diri dengan memenuhi keinginan yang bukan-bukan, cuma untuk gengsi dalam pergaulan.  Pada zaman yang hedonisktik, materialistik dan individualistik seperti sekarang ini,  banyak orang yang tidak berkebutuhan terpacu untuk mengumbar keinginan  untuk meniru mereka yang pamer kekayaan dan akhirnya  terlilit hutang.hutang

Ketika peluang budaya ini  disambar oleh mereka yang menjalankan bisnis uang, terutama bank penerbit Kartu Kredit  yang dilengkapi dengan  debt collector ( penagih hutang ) maka budaya hutang yang dilahirkan oleh Kartu Kredit  bisa mengantarkan orang  pada tindak kekerasan, permusuhan dan bahkan pembunuhaan seperti  seorang nasabah Citybank yang saat ini  sedang jadi topik hangat di negri ini  diduga terbunuh oleh debt collector. Hal ini perlu menjadi peringatan :  uang selalu benar dan uang tidak punya mata. Hutang uang dapat dibayar nyawa .

Kejadian yang di alami oleh salah satu cardholder Citybank, karena hutang hingga hilang nyawa, dapat dijadikan sebagai sebuah momentum untuk menata ulang system perbankan konvensional khususnya bisnis kartu kredit dan KTA. Mungkin dengan cara membekukan izin perbankan yang terbukti melakukan pelanggaran hukum, dalam hal ini citybank, yang saat ini terbelit kasus kartu kredit dan kasus penggelapan uang nasabah oleh Md. Untuk menambah wawasan, banyak informasi-informasi yang dapat di jadikan sebagai bahan pembelajaran untuk seluruh rakyat, salah satunya adalah tulisan-tulisan yang di tulis oleh EKO BUDIYANTO, S.Sos. di blog PTIK2 , tutup kartu kredit dan serba serbi debtcollector

bebashutangnampaknya pihak penegak hukum, bank Indonesia dan para anggota DPR RI yang saat ini sedang melakukan rapat dengar pendapat dengan pihak citybank, kepolisian dan bank Indonesia, dapat menjadikan kasus ini sebagai starting point untuk menata bisnis yang sudah menyimpang menurut Mas Budiyanto, yang tentu saja membutuhkan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia, agar bangsa ini terlepas dari budaya hutang. Setiap individu terlepas dari budaya hutang, yang pada akhirnya akan mendorong bangsa ini lepas dari hutang-hutang Negara, sehingga bangsa ini dapat berdikari,  mandiri dan segera dapat mencapai kehidupan yang makmur bagi seluruh rakyat Indonesia.

Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

Pingbacks/Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*